SEJARAH PERKEMBANGAN PERS NASIONAL DAN DUNIA
Pers dari perkataan belanda pres yang artinya menekan atau mengepres. Jadi, pers atau pres yaitu mengacu kepada pengertian komunikasi yang dilakukan dengan dengan perantaraan barang cetakan. Ada dua pengertian pers, yaitu dalam arti sempit dan pengertian luas. Pers dalam arti sempit menyangkut tentang komukasi yang hanya melalui barang cetakan. Sedangkan dalam arti luas yaitu komunikasi yang dilakukan dengan media elektronik.
1. Sejarah Perkembangan Pers Di Dunia
Teori pertama dalam four theories off the press four ( empat teori tentang pers ) yakni, authoritarian theory ( teori pers otoriter ) yang di akui sebagai teori pers paling tua dari abad 16, kekuasaan absolute pada dasarnya dilakukan pendekatan dari atas ke bawah. Pendekatna dari atas ke bawah adalah pendekatan yang dilakukan oleh yang berkuasa terhadap masyarakat biasa, yang mana keadaan masyarakat biasa tidak dapat berbuat apapun, kebebasan dirampas dan tidak bisa mengutarakan aspirasinya. Bahwa pemerintah atau negara memiliki kedudukan lebih tinggi dari pada individu dalam skala kehidupan sosial. Teori ini berwal di inggris, spanyol perancis.
Di Indonesia pers pada jaman pemerintah orde baru atau rezim soeharto pers pada saat itu yang otoriter, pers tidak berhak untuk mengomentari kebijakan presiden akan tetapi pers haruslah selalu mendukung kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Dalam masa itu pers tidak berkembang dan informasi yag disampaikan tidak transparan dan tidak dapat diketahui oleh masyarakat.
Teori kedua adalah libertarian theory (teori pers bebas). Pada abad 19 teori ini manusia dipandang sebagai makhluk rasional yang dapat membedakan antara yang benar dan salah. Pers harus menjadi mitra dalam upaya pencarian kebenaran dan bukan sebagai alat pemerintah. Ketika kebebasan politik, agama dan ekonomi semakin tumbuh bersamaan dengan tumbuhnya pencerahan maka perlunya kebebasan pers. Jadi libertarian theory ialah pers bebas dalam berpendapat dalam kehidupan untuk masa depan,baik dalam ekonomi, sosial. Pers juga bebas dalam memberikan informasi. Sistem pers libertarian dipraktikkan di inggris setelah tahun 1668.
Teori ketiga yaitu social responsibility theory (teori pers bertanggung jawab sosial). Teori pers bertanggung jawab sosial ingin mengatasi kontradiksi anatara kebebasan media massa dan tanggung jawab sosial di formulasikan secara jelas dalam laporan commission on the freedom of the press (Robert hutchins,1949)
Hutchins commission memiliki 5 syarat sebagai syarat yang bertanggung jawab kepada masyarakat. Lima persyaratan tersebut adalah:
Media harus menyajikan berita-berita peristiwa sehari-hari yang dapat dipercaya, lengkap dan cerdas dalam konteks yang memberikan makna.
Media harus berfungsi sebagai forum untuk pertukaran komentar dan kritik.
Media harus memproyeksikan gambaran yang benar-benar mewakili dari kelompok-kelompok konstituen dalam masyarakat.
Media harus menyajikan dan menjelaskan tujuan dan nilai-nilai masyarakat.
Media harus menyediakan akses penuh terhadap informasi yang tersembunyi dalam pada suatu saat.
Teori keempat yaitu the soviet communist theory (teori komunis). System pers ini menopang kehidupan system sosial soviet rusia dan memelihara pengawasan yang dilakukan pemerintah terhadap segala kegiatan sebagaimana biasanya terjadi dalam kehidupan komunis.
2. Sejarah Perkembangan Pers Di Indonesia
Sejak 17 agustus 1945 sampai 5 juli 1959 presiden soekarno dekrit presiden untuk kembali ke UUD 1945, pers pada ssat itu menggunakan sistem “pers perjuangan” mendapat banyak bantuan dari pihak pemerintah.
Sejak 5 juli 1959 sampai oktober 1965 dibawah pimpinan presiden soekarno Indonesia dijalankan dengan sistem demokrasi terpimpin. Pada saat struktur politik dan kemasyarakan Indonesia berubah secara mendasar. Struktur ini yang membawa perubahan dalam sistem pers di Indonesia.
Pers pada zaman hindiabelanda (1744 sampai abad ke 19)
Tentang awal dimulainya dunia persurat kabaran di tanah air, Dr. De Haan (G. Kolf Batavia 1923) dalam bukunya, “oud Batavia” mengunggkap secara sekilas bahwa sejak abad 17 di Batavia sudah terbit sejumlah berkala dan surat kabar. Dikatakannya, bahwa pada tahun 1676 di Batavia telah terbit sebuah berkala bernama kort bericht eropa (berita singkat dari eropa).
Pers di masa penjajahan jepang (1942-1945)
Orang-orang surat kabar Indonesia banyak yang berjuang tidak dengan ketajaman penannya melainkan dengan jalan lain seperti organisasi keagamaan, pendidikan dan politik. Surat kabar yang beredar pada zaman penjajahan belanda dilarang beredar. Pada masa ini pers di Indonesia mengalami kemajuan dalam teknis namun juga mulai diberlakunya izin penerbitan pers.
Pers di masa orde lama atau pers terpimpin (1957-1965)
Lebih kurang 10 hari setelah dekrit presiden RI menyatakan kembali UUD 1945, tindakan tekanan pers terus berlangsung, yaitu pembredelan terhadap kantor berita PIA dan surat kabar republic, pedoman, berita Indonesia oleh penguasa perang Jakarta. Hal ini tercermin dari pidato menteri muda penerangan malady dalam menyambut HUT Proklamasi kemerdekaan RI Ke 14, antara lain: “hak kebebasan individudisesuaikan dengan hak kolektif seluruh bangsa dalam melaksanakan kedaulatan rakyat. Hal berpikir menyatakan pendapat, dan memperoleh hasil sebagaimana dijamin UUD 1945 harus ada batasnya: keamanan negara, kepentingan bangsa, moral dan kepribadian Indonesia, serta tanggung jawab kepada tuhan yang maha esa”.
Perkembangan pers pada masa orde baru
Pada awal kekuasaan orde baru, Indonesia di janjikan akan keterbukaan serta kebebasan pendapat. Pemerintah pada saat itu harus melakukan pemulihan di segala aspek, antara aspek ekonomi, politik, sosial, budaya, dan psikologis rakyat.
Home »
» Sejarah pers nasional dan dunia (M. Irwan 6102415040)







0 komentar:
Posting Komentar