WELCOME TO MY BLOG

animasi bergerak gif

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Feature, Islam Jabal Nur Ibrohim . UAS

Ingin Menjadi Pemain Sepak Bola Profesional

Malkhan Assofi, pelajar kelahiran Jepara, 7 agustus 2005. Putra dari pasangan Herman dan Iwuk yang sekarang tinggal di Desa Panggang Jepara. Malkhan merupakan anak kedua dari tiga bersaudara, kakaknya bernama Sarif dan adiknya bernama Josan. Kini Malkhan duduk di kelas 1 SMP Negeri 6 jepara, dia memiliki hobi bermain sepak bola.

Sejak kecil dia sudah diperkenalkan dengan bola sepak oleh ayahnya, maka dari itu dia sangat hobi bermain sepak bola. Ketika dia masuk kelas 3 SD, dia sudah diikutkan oleh ayahnya untuk mengikuti SSB ( Sekolah Sepak Bola ) bersama kakaknya. Dan samapai sekarang pun malkhan masih aktif mengikuti latihan SSB dan bercita-cita ingin menjadi pemain sepak bola peofesional. "Cita-cita saya adalah ingin menjadi pemain sepak bola profesional, seperti lionel messi", ujar malkhan.

Malkhan sangat mengidolakan pemain asal Argentina, yaitu Lionel Messi. Sudah pasti kalian tau Messi adalah pemain Barcelona yang memiliki tubuh kecil dan memiliki kecepatan yang luar biasa, dan juga memilik skill-skil yang sangat bagus. Tak heran banyak yang mengidolakannya termasuk Malkhan. "Saya sangat mengidolakan Messi. walaupun messi itu kecil, namun dia memiliki skill yang luar biasa dan memiliki kecepatan berlali. Dia adalah pemain terbaik dunia, maka dari itu saya sangat mengidolakannya", kata malkhan.


Untuk meraih cita-citanya itu, malkhan giat berlatih 3x seminggu di hari rabu, jumat, dan minggu. Tiap berlatih dia selalu diantar oleh ayahnya dan ditungguin sampai selesai, sekaligus ayahnya bisa melihat perkembangannya di tiap latihan. Dan ayahnya juga selalu kasih evaluasi kepadanya tiap sehabis latihan, agar nanti kesepannya bisa lebih baik. "saya harus giat berlatih terus menerus agar bisa mencapai apa yang saya cita-citakan untuk menjadi pemain prifesional. Dan tiap latihan saya selalu di tunggu oleh ayahnya saya, ayah saya selalu kasih evaluasi tiap saya selesai latihan, agar namtinya saya bisa menjadi lebih baik lagi", ujar malkhan.

Straight news, Islam Jaba . UAS

Manchester United Gagal Bawa Pulang Trofi FA

Dalam lanjutan final piala FA, sabtu 19 Mei 2018 pukul 23.15 mempertemukan tim kuat asal Inggris Manchester United vs Chelsea, di Wembley Stadium, London Inggris.

MU harus mengakui keunggulan atas Chelsea dengan skor 0-1. Gol semata wayang di cetak oleh Hazard pada menit ke-21 melalui titik putih, dikarenakan back tengah MU Phil Jones melanggar Hazard di kotak 16. Pertandingan berjalan sangat ketat, di babak kedua MU mendominasi pertandingan dan mengurung pertahanan Chelsea, namun sampai babak ke-2 berakhir skor masih tetap sama 0-1 untuk kemenangan Chelsea. Dengan ini Chelsea berhasil menjadi juara di FA Cup dan MU runner up.

Reportase, Islam Jabal Nur Ibrohim . UAS

BASKET SORE CERIA

Jepara, 24 Mei 2018. Seperti biasanya ada basket ceria di sore hari, di lapangan Perbasi Jepara. Kegiatan basket sore ceria itu dilakukan rutin tiap hari kamis sore, dan diikuti oleh banyak orang.
Tak hanya kalangan pemuda saja, bapak-bapak pun juga banyak yang ikut basket sore ceria itu, walaupun sudah berumur namun bapak-bapak tersebut masih bisa mengimbangi pwrmainan para anak-anak muda. Basket sore ceria hanyalah untuk mengisi waktu luang bagi orang-orang yang sehabis pulang kerja.
"Basket sore ini sangat bermanfaat, karena kita bisa berkumpul dengan banyak teman-teman dan bisa saling berbaur", ujar kevin salah satu pemuda yang ikut basket sore ceria. Selain itu, basket sore ceria untuk menambah tali persaudaraan dengan rekan-rekan lainnya, saling sharing satu sama lain.
"saya merasa senang ada basket sore ceria ini, karena ini untuk mengisi waktu luang sehabis pulang kerja, dan juga banyak rekan-rekannya disini", ujar antok.
"Dan semoga saja basket sore ceria ini selalu berjalan terus, agar bisa mengisi waktu luang sehabis kerja dan untuk menjaga kebugaran tubuh dengan berolahraga", lanjut antok.

Opini, Islam Jabal Nur Ibrohim . UAS

Mata Kuliah Sport Jurnalism

Sport Jurnalism adalah mata kuliah yang mengajarkan saya untuk membuat berita-berita, layaknya seperti para seorang jurnalis. Di mata kuliah ini saya belajar bagaimana cara membuat berita dan merangkai kata-kata yang baik yang digunakan dalam mengisi berita.
Ternyata membuat berita itu tidak mudah, saya selalu kesulitan dalam merangkai kata-kata untuk mengisi berita yang saya buat. Tugasnya pun diberikan tiap minggu sekali, entah itu disuruh membuat berita straigth news, opini, ataupun reportase. Yang paling susah menurut saya adalah reportase, karena harus merangkai kata-kata dalam 2 lembar.
Namun dengan demikian saya menjadi lebih tau cara membuat berita yang baik itu seperti apa, walaupun berita yang saya buat jauh dari kata sempurna, yang penting saya sudah berusaha membuatnya. Namanya juga baru belajar, masih banyak yang harus diperbaiki.


REPORTASE, IRFAN TONI SAPUTRO, 6102415039



GASHUKU KARATE INKANAS KAWAH CANDRADIMUKA KARATEKA BERKUALITAS









          Perguruan karate Inkanas (Institut Karate-do Nasional) menyelenggarakan dan Ujian DAN Nasional di Batalyon Infanteri Para Raider 328/ Dirgahayu, Cilodong, Depok, Jawa Barat, 28 April – 1 Mei 2018. Ujian DAN tingkat nasional ini berlangsung dengan semarak teriakan Osh! Khas para karateka ketika bersiap di atas tatami, menunjukkan ketangguhan mental menjadi penting mendampingi kekuatan fisik dan kematangan teknik yang dilatih selama tiga hari dengan berat.
          Ketua Dewan Guru Inkanas Ellong Tjandra menyebutkan Gashuku ini diikuti sebanyak 467 Karate-ka INKANAS dari 21 Provinsi.“Kami ingin Inkanas menjadi perguruan yang dikenal karena menghasilkan karateka yang berkualitas, bukan hanya teknik dan fisiknya namun juga mentalnya. Selain itu, juga menghasilkan atlet karateka yang berprestasi di tingkat internasional. Inkanas emas menjadi tujuan dari gashuku ini, “ ujar Ellong Tjandra.
Dalam acara akbar ini, PB INKANAS mengerahkan 17 anggota Dewan Guru dan 18 anggota Majelis Tinggi Dewan Guru yang akan bertugas menguji peserta yang mengambil ujian DAN I: 303 Karateka; DAN II: 77 Karateka; DAN III: 34 Karateka; DAN IV: 30 Karateka dan DAN V: 23.
            Gashuku yang dalam bahasa Jepang berarti belajar dan menginap. Peserta diharapkan dapat mengembangkan sifat kejujuran (Gi), keberanian (Yuu) dan sopan santun (Rei), sehingga kemudian akan lahir para karateka yang positif (Seishin) dan memiliki semangat tinggi (Seiki). Dalam dunia karate, Gashuku dimaknai sebagai latihan bersama untuk memperbaiki dan menyamakan gerakan serta menyeragamkan tehnik. Selama Gashuku, para karateka dituntut mandiri dan percaya diri.
               Tiga hari di bawah terik matahari, gemblengan fisik melelahkan dengan cucuran keringat yang tiada henti, menjadikan karateka bersikap keras hati, tidak mudah menyerah dan lamban. Bagi karateka senior dengan faktor umur yang terus berjalan, juga membuat mereka menampilkan semangat yang tinggi.Melia Premati (56), wanita lebih setengah abad yang pertama kali mengikuti gashuku ini tidak menyangka mampu melewati gemblengan fisik yang melelahkan itu.
“Saya awalnya ragu-ragu apakah sanggup mengikuti gashuku, karena otot kaki kurang lentur diajak berlari dan menendang. Namun ketika menyadari ada peserta gashuku yang lebih tua dari saya juga banyak, saya jadi semangat. Saya mau tunjukkan kepada anak-anak muda, bahwa umur tak menghalangi memilih olahraga karateka,” tutur Melia, yang baru menekuni karate di usia 53 tahun.
                Ruang ujian di Aula AFU Suryana di Markas Yonif Para Raider 328/Dirgahayu, menjadi saksi betapa semangatnya para kateka mengikuti ujian kenaikan tingkat sabut hitam ini. Menemukan karateka mengenakan dogi (pakaian karate putih bersih) namun berjalan pincang ke arena ujian, tidaklah sulit.
Karateka yang merasakan otot kaki yang kram atau terkilir, tidak patah semangat.
Tiga materi ujian Kihon (gerakan dasar), Kumite (pertarungan) dan Kata (keindahan jurus), dilahap oleh 420 peserta ujian satu per satu. Bermandi peluh, merasakan kehabisan nafas di tengah teriakan para penguji yang bermata elang menemukan kesalahan-kesalahan dasar, memompa adrenalin sampai titik tertinggi.
                “Ujian DAN itu ibarat puncak kematangan karateka, lebih baik kehabisan tenaga dan terkapar di atas matras ujian ketimbang menyimpan tenaga menyembunyikan daya tempur,” tutur Tono Soed, Wakil Ketua Dewan Guru Inkanas yang mengasi jalannya ujian ini dengan seksama.Tidak boleh ada keraguan ketika mengikuti ujian DAN karate, sebab hidup hanya sekali berikan yang terbaik hingga hayat dikandung badan. (hendrata yudha)

Sumber :
http://reportasenews.com/gashuku-karate-inkanas-kawah-chandradimuka-karateka-berkualitas/

FEATURE, IRFAN TONI SAPUTRO, 6102415039



Kerja keras, bukan bakat

Jiwa pejuang tidak lahir karena keturunan belaka, hal itu bisa terjadi jika orang itu berusaha. sama hal nya dengan jiwa olahraga, keturunan bukan sebuah jawaban yang bisa di sematkan pada pernyataan bahwa keluarga yang memiliki kecintaan pada olahraga berarti akan mempunyai keturunan yang memiliki jiwa yang sama dengan orang tuanya.
Meskipun hal itu kadang terjadi di sebuah keluarga yang rata-rata adalah seorang pejuang dalam olahraga hingga memiliki anak yang saat ini juga menjadi penerus mereka dan bahkan anak tersebut menggeluti di cabang olahraga yang sama dengan orang tuanya, tapi banyak juga anak yang lahir dari keluarga yang bukan sama sekali masuk dalam pejuang olahraga atau bahkan tidak memiliki skill atau kemampuan di bidang olahraga.
Hal itu bisa saja terjadi jika anak itu mau berusaha dan kerja keras, hingga akhirnya ia menjadi pembuka jalan bagi keturunanya untuk ikut menjadi pejuang olahraga di keluarganya, hingga akhirnya keturunan-keturunannya ada yang meneruskan perjuangan orang tuanya atapun kakek nenek buyutnya meskipun cabang olahraga yang digelutinya berbeda.
Terlahir dari keluarga yang tidak berdedikasi tinggi pada olahraga bahkan semua anggota keluarga tidak memiliki basic atau kemampuan sama sekali dalam bidang olahraga, NiamSeptiawanita yang lahir pada 11 September 1999di kabupaten Semarang mempersiapkan diri untuk menghadapi salah satu event olahraga yang bergengsi pada cabang olahraga atletik di nomor lari 400 meter.
“Saya lahir dari keluargatidakada yang sukasamaolahraga, jadi basic olahragatidakada, darikeluarga yang sukaolahragacumasayasaja”, ujar Niam.
Sebelum menggeluti olahraga yang bersifat individu yakni nomor lari 400 meter pada cabang olahraga atletik, “ndeng” panggilan akrab yang biasa dilontarkan oleh teman-temannya, semasa kecil justru ia menyukai sepaktakraw, hingga ia masuk dalam klub sepaktakrawyang bernama Tri Kusumodi daerahnya yakni kabupaten Semarang.
“Pertama sukaolahragadarisepaktakrawmulaikelas 6 SD sudahmengikutiklubsepaktakrawdi se,arangnamanya Tri Kusumo”, ujarnya.
Menggeluti sepaktakraw sejak kecil baginya sangat menyenangkan, selain memiliki tantangan tersendiri yakni melawan klub-klub di daerahnya, ia juga merasakan dengan sepaktakrawia dapat berkumpul dengan banyak orang, dan dari sepaktakraw itu pun ia pernah meraih juara 3 antar klub se-kabupaten Semarang.
“Ikutsepaktakrawkarenasenangbisakumpulbanyak orang. Ada tantangannya., disepaktakrawpernahjuara 3 antarklub se-kabupatensemarang”, ujarnya.
Sejak saat itu Niam terus menggeluti pada cabang olahraga sepaktakraw yang menurutnya menyenangkan dan mendapat tantangan tersendiri, dari kelas 6 Sekolah Dasar hingga kelas 10 Sekolah Menengah Atas. Sampai pada akhirnya ia dikenalkan dengan cabang olahraga Atletik oleh temannya yang pada saat itu ia telah masuk kelas 11 SMA. Awalnya ia ikut kedalam cabang olahraga Atletik tersebut hanya karena ikut dengan teman, hingga ia terus-menerus ikut dalam latihan sampai akhirnya ia dipanggil oleh pelatih, lalu ia ditunjuk sebagai salah satu anak yang ikut dalam memperkuat tim nomor estafet 4x100 meter. Dan untuk pertama kalinya ia ikut pada lomba lari cabang Atletik di Jawa Tengah.
“Barukelas 2 sma, kenalsmaatletikdaritemen. Diajaktemen terus diliriksama pelatihatletikdisuruhlatihan untukmemperkuattimestafet 4x100 meter”, ujarnya
Dari ditunjuknya ia sebagai pelengkap untuk memperkuat tim estafet, saat itu pertama kali ia mengikuti lomba lari di Jawa Tengah pada nomor estafet 400 meter bersama tim dari SMA nya atas kehendak pelatih.
“Pertama kali lomba di jawatengahyaituikutlariataucaborAtletik”. tambahnya.
Hingga saat ini Niam terus menggeluti pada cabang olahraga Atletik di nomor lari, meskipun sudah tidak lagi memperkuat tim estafet namun ia pernah mencoba menjadi atlet individu pada cabang olahraga tersebut yakni di nomor lari atau sprint 100 meter.
“Dari kelas 2 SMA sampe sekarang masihikutAtletik”, ujarnya.
Namun pada nomor sprint 100 meter tersebut ia sudah tidak percaya diri lagi dikarenakan banyaknya saingan yang kemampuannya lebih tinggi darinya, hingga ia merasa dirinya sudah tidak mampu lagi pada nomor tersebut. Dan pada akhirnya ia berpindah pada cabang olahraga yang sama namun dengan nomor yang berbeda, kini ia masuk dalam nomor lari 400 meter.
“Dan dulupernahmenjadi spesialis nomor 100 meter,tapi karena 100 meter sayakurangmampudan banyaksaingan, akhirnya saya pindah di nomor 400 meter”, tambahnya.
Pada nomor lari 400 meter ia terus berjuang dan kerja keras dengan berlatih secara giat dan tekun, hal itu ia lakukan semata-mata agar ia dapat prestasi yang tinggi di nomor lari 400 meter pilihannya ini. Kerja kerasnya itu pun ia lakukan tak sia-sia dengan bangga dia bisa menunjukkan bahwa ia mampu pada nomor barunya ini, ia meraih juara 2 pada event yang di selenggarakan se-Jawa Tengah.
“Dari nomor 400 meter itu sayamedapatkanhasiljuara 2 pada event yang di selenggarakan se-Jateng”, ujarnya.
Melihat hasil itu, ia menjadi termotivasi dan menambah keyakinan bahwa pada nomor yang saat ini ia tekuni akan membawanya mendapatkan serta meraih pencapaian prestasi yang setinggi-tingginya. Dan kali ini ia sedang mengejar untuk bisa berlomba pada ajang multievent empat tahunan yakni PORPROV JATENG 2018 yang akan dilaksanakan di Solo pada bulan Oktober mendatang, dalam event tersebut 44 cabang olahraga akan digelar, Atletik salah satunya.
“Harapanya,AlhamdulillahlolosPORPROV JATENG , dan targetPORPROVmasuk difinal sajasudahAlhamdulillah”, ujarnya.
Demi mewujudkan target tersebut ia bertekad akan terus berlatih dengan giat dan tekun, meskipun sekarang ini dia tengah disibukkan dengan kuliahnya di salah satu perguruan tinggi negeri di kota Semarang, namun ia tetap yakin bahwa harapan dan targetnya mampu ia raih, meski lawan-lawan yang ia hadapi pasti lebih hebat dari dirinya, namun ia tetap yakin dan percaya pada kemampuannya.

OPINI, IRFAN TONI SPUTRO 6102415039



Sport jurnalisem bagi mahasiswa
Pertama kali mendengar mata kuliah sport jurnalisem saya kira nanti akan biajarkan cara membuat buka saja ternya bukan di mata kuliah ini kita akan diajarkan bagai mana cara membuat berita dengan benar dengan tatanan penulisan yang benar, dengan adanya mata kuliah ini kita yang lulusan dari fakultas olahraga tidak hanya bisa menjadi pengajar maupun pelatih kita juga dapan menjadi seorang penulis dan kita juga bisan menjadi wartawan maupun penulis buka,
Untuk membuat berita yang benar didalamnya harus ada unsur-unsur (5W+1H) unsur tersebut : what, when, who, why, where, dan how. Unsur tersebut haru ada di suatu berita dan penggunaan bahasa harus sederhana dan tidak menyinggung perasaan orang lain agar para pembaca dapat menerima informasi dengan cepat dan pasti.
Dalam membuat berita kita juga tidak asal-asalan dalam membuat suatu berita kita di ajarkan bagenana caranya menulis berita yang benar dengan intonasi yang benar dan pemilihan bahasa sangat penting semakin sederhana suatu bahas yang kita gunakan pembaca akan mudah menerima berita yang kita buat.
Mahasiswa banyak yang mengalami kendala saat membuat berita terutama di pemilihan bahasa yang baik dan benar, cara penulisan yang baik dan benar karena untuk mahasiswa kususnya di fakultas olahraga ini kali pertama untuk mahasiswa harus membuat berita dengan unsur-unsur, pilihan bahasa yang baik dan benar, dan cara penulisan yang baik dan benar.
Sehingga mata kuliah sport jurnalisem memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa dengan adanya mata kuliah ini kita banyak tau bagemana menbuat berita yang baik dan benar dan cara mempublimasikan suatu berita yang akan kita cetak maupun kita tampilkan di media sosial.