WELCOME TO MY BLOG

animasi bergerak gif
Kegiatan Pendidikan Luar Kelas Pemacu Adrenalin

Hawa dingin menyambut kedatangan kami di Banjarnegara, setelah melalui perjalanan kurang lebih empat jam melalui hiruk pikuk kota dan ketentraman pedesaan. Perjalananku beserta teman – teman kuliah dalam rangka kegiatan akhir atau evaluasi mata kuliah pendidikan luar kelas diwarnai dengan canda tawa. Tak jarang juga ada yang memilih untuk istirahat sembari mengisi tenaga untuk berperang waktu hari H.           
Pertama kali tiba di Pikas Banjarnegara, kami tidak bisa tidur padahal badan sedang letih karena perjalanan Semarang-Banjarnegara yang cukup jauh dan menguras tenaga, ditambah saya sebagai panitia harus mepersiapakan kegiatan untuk hari H. Rasanya aku ingin keluar dari zona ini. aku ingin mencari kebebasan udara segar, juga ingin keliling melihat-lihat landscape di sekitar Pikas Rafting. Namun apalah daya hujan menemani suara gemuruh sungai Serayu sore itu. Akupun tak beranjak dari tempat mendiamku. Aku hanya bisa berharap supaya esok hari diberi kelancaran dalam segala urusan.
Pikas adalah julukan salah satu objek wisata rafting di Banjarnegara. Pikas merupakan singkatan dari pingir Kali Serayu yang dalam bahasa Indonesia artinya di sebelah Sungai Serayu. Objek wisata rafting ini terletak di Jl. Raya Madukara, Kutayasa, Madukara, Banjarnegara. Objek wisata rafting Pikas ini mempunyai keunikan yang berbeda dengan objek wisata rafting  lainnya, selain jalurnya yang terbagi menjadi beberapa level kesulitan, juga arusnya yang cukup memacu adrenalin pengunjung. Waktu yang tepat untuk mengunjungi objek wisata rafting ini yaitu pada pagi hari ketika arus di Sungai Serayu belum naik sehingga sensasi yang didapat lebih memacu adrenalin. Untuk yang berkunjung dari tempat jauh atau luar daerah, disarankan untuk berkunjung pada sore hari. Karena Pikas Resort selaku pemberdaya objek wisata Pikas Rafting juga menyediakan tempat penginapan yang sangat nyaman dan rekomended untuk istirahat sehingga sebelum memacu adrenalin saat rafting pengunjung dapat beristirahat terlebih dahulu.
Sabtu ( 9/12), pukul 13.00 WIB kami tiba di tempat tujuan. Aku selaku panitia hanya sempat menghela nafas langsung mengkondisikan peserta untuk mengikuti kegiatan yang telah direncanakan sebelumnya. Acara yang pertama adalah outbond dan bakti sosial. Beberapa panitia ada yang mempersiapkan kegiatan outbond dan beberapa lagi mempersiapkan untuk kegiatan bakti sosial. Kegiatan outbond berjalan sangat meriah diiringi gelak canda tawa peserta kegiatan. Tak jarang juga ada yang berlebihan dalam bercanda antar peserta kegiatan , yang akhirnya menimbulkan dan memancing kemarahan dari salah satu oknum dosen pembimbing di lapangan kala itu. Outbond yang dilakukan meliputi beberapa games yaitu memindahkan gelang karet menggunakan sedotan , games ini memiliki makna yaitu pentingnya kerjasama antar team guna mempererat rasa solidaritas antar teman dan peserta , games selanjutnya yaitu estafet air , pada games ini dilakukan secara kelompok. Makna dari games ini yaitu hampir sama seperti games pertama yang dapat meninkatkan kerjasama team dan kekompakan.
Di sisi lain , kegiatan bakti sosial berjalan dengan lancar pula. Kegiatan bakti sosial dilakukan di pondok pesantren di sekitar kota Banjarnegara. Bakti sosial yang dilakukan berupa pembagian buku serta alat tulis pada santriwan dan santriwati pondok pesantren tersebut. Kami dari panitia sebenarnya telah menyiapkan acara outbond pula untuk santriwan dan santriwati pondok pesantren namun dikarenakan adanya agenda terdahulu dari pondok pesantren tersebut maka acara outbond yang semula telah direncanakan belum dapat direalisasikan pada santri pondok pesantren tersebut. Aku sebagai panitia sebenarnya sedikit kecewa karena tidak dapat berbagi kebahagiaan bersama santriwan dan santriwati melalui kegiatan interaksi secara face to face. Kami pun hanya bisa mengabadikan kebersamaan melalui gambar mati yang diambil melalui jepretan kamera DSLR.
Kegiatan selanjutnya yaitu Ishoma. Alokasi waktu bakti sosial yang terbatas mengingat pihak pondok pesantren ada agenda kegiatan internal membuat saya ingin lebih mendekatkan pada sang Ilahi karena kegiatan tak sesuai dengan rundown acara. Para panitia dan peserta di beri alokasi waktu sekitar 1,5 jam untuk meluruskan punggung ataupun mengisi tenggorokan serta beribadah kepada sang pencipta malam dan siang.
Angin menderu kencang namun sejuk. Air Sungai Serayu menggulung terpecah di pinggir genangan air Sungai Serayu. Tampak katak sedang berenang ria sambil mengorek menikmati tarian arus Sungai Serayu.
Setelah ishoma usai ,kegiatan yang dilakukan selanjutnya yaitu pentas seni, pentas seni ini merupakan suatu bentuk pertunjukan dari peserta. Ada beberapa kategori pentas seni yang dilakukan yaitu musikalisasi puisi, drama komedi, dan pertunjukan music. Pentas seni musikalisasi puisi dibawakan oleh sejumlah kurang lebih 6 peserta dan berhasil membuat suatu pentas musikalisasi puisi yang menarik. Pentas selanjutnya yaitu drama komedi yang dimaikan oleh sekitar 15 orang , drama komedi ini berhasil menciptakan gelak tawa diantara peserta lain dan juga panitia. Selanjutnya yaitu pentas pertunjukan music yang dibawakan berupa acoustic gitar oleh 2 orang peserta dan mampu menghipnotis penonton dengan alunan gitar dan nyanyian yang merdu.
“Pentas seni ini sangat menghibur, sekaligus dapat menciptakan suasana keakraban antar peserta dan panitia“, ungkap salah satu peserta.
            Tidak terasa sudah sekitar 4 jam pentas seni dilakukan , kami pun selanjutnya beristirahat untuk melakukan kegiatan di hari kedua besok.
            Suara ayam berkokok dan burung berkicau telah terdengar menandakan hari kedua dari kegiatan kami telah tiba. Mentari menyilaukan sinarnya yang terang tanda hari ini akan cerah. Kami memulai pagi dengan senam bersama, namun pada kegiatan senam ini dibagi dalam 2 tempat berbeda yaitu di Pikas Rafting dan di Alun-Alun Kota Banjarnegara. Senam dipandu oleh salah satu panitia.
Kegiatan di alun-alun kota Banjarnegara dilanjutkan dengan cek kesehatan gratis dan massage bagi warga yang ada di Alun-Alun kota. “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami pengunjung alun-alun , kami dapat meerasakan pelayanan kesehatan secara gratis” Ujar salah satu warga yang telah melakukan cek kesehatan.
Peserta yang berada di alun-alun kembali diarahkan menujuke Pikas Banyuwong untuk melakukan rafting. Rafting merupakan suatu kegiatan olahraga air yang menggunakan perahu karet dengan bantuan dayung untuk menyusuri arus Sungai Serayu yang cukup deras. Peserta dibagi dalam beberapa kelompok, kelompok tersebut nantinya akan menempati perahu karet masing-masing. Satu perahu karet dapat menampung sekitar 8 orang. Peserta yang telah dibagi kelompoknya kemudian diberi pelindung atau keselamatan berupa pelampung dan helm. Peserta segera menaiki perahu masing-masing untuk melakukan rafting. Rafting ini dipandu oleh guide di tiap-tiap perahu karet.
Rintik air langit menemani kegiatan pagi itu. Arus sungai terdengar sangat merdu mengiringi kami saat berada di atas perahu. Panorama serta cuaca yang sangat cerah mendukung rafting kami menjadi semakin seru. Tak henti-hentinya aku berdecak kagum atas keindahan panoramanya. Pesona eksotisnya berupa deburan air dan pemandangan disekitar Sungai Serayu. Angin memberikan kesejukan dan rasa damai. Tak ada orang yang berwajah muram disini, semua tertawa lebar, merasakan kebahagiaan berada ditempat seindah ini. Pada awal rafting, perahu karet berjalan dengan stabil , namun seiring dengan arus sungai yang semakin besar , perahu yang kami naiki pun semakin oleng ke kanan dan ke kiri menambah pacuan adrenalin bagi kami.
Rafting yang kami lakukan pun juga mengalami beberapa kecelakaan kecil yaitu berupa beberapa perahu karet yang dinaiki terbalik akibat derasnya arus yang menerjang perjalanan kami. Namun hal tersebut bukan suatu perkara yang besar, kami tetap melanjutkan rafting dengan sangat bersemangat. Rafting yang dilakukan memakan waktu sekitar 2 jam. Waktu 2 jam tersebut merupakan waktu yang sangat menarik dan tak mudah untuk dilupakan karena kegaiatn rafting benar-benar membuat kami merasa sangat terpacu serta bersemangat.
Tak terasa sudah dua jam berlalu , rafting yang kami lakukan berakhir di satu tepian sangai dimana semua perahu karet berkumpul dan semua penumpang turun dari perahu. Rafting cukup membuat kami merasa lelah dan haus, kami pun memutuskan untuk mengisi tenggorokan yang sudah kekurangan air. Kami mendatangi kumpulan kelapa muda dan meminum kelapa muda yang telah disediakan oleh pihak Pikas Banyuwong.
Tidak terasa kegiatan kami selama dua hari ini telah usai berjalan, kegiatan ditutup dengan penyerahan bibit pohon pada salah satu perwakilan dari pihak Pikas Resort. Bibit pohon ini merupakan sebuah simbolis suatu harapan berupa akan tumbuhnya selalu kekompakan serta kerjasama team diantara kami semuaya, peserta dan juga warga setempat tentunya.

Dua hari yang kami lalui ini terasa sangat menyenangkan ,kekompakan dan kerjasama team sangat kami rasakan selama dua hari ini. Kami tak henti berharap bahwa nantinya kekompakan ini tetapakan kami bangun walaupun bukan berada di tempat yang sama. Semoga kekompakan senantiasa terjalin diantara kami dimanapun kami berada nantinya. 

0 komentar:

Posting Komentar