KESUKSESAN YANG MEREKA LIHAT,
KEGAGALAN YANG KAMI DAPAT
Berita Feature
Semarang
– Kesuksesan suatu kegiatan sangat penting bagi penyelenggara kegiatan, kerja
keras diperlukan untuk membuat suatau kegiatan sukses. Physical Education
Futsal and Dance Competition yang diadakan oleh PGPSD A 2015 berlangsung pada
hari Jumat-Minggu (27-29/4) lalu berhasil mendulang kesuksesan. Kegiatan
tersebut dilaksanakan di Gor Bung Karno Kudus. Dukungan banyak diberikan dari
berbagai pihak, seperti Dispora, Koni dan dosen-dosen lainnya juga mendukung
kegiatan tersebut. Banyak yang harus
dilakukan untuk mempersiapan kegiatan tersebut, dari mulai meminjam alat-alat
di lab UNNES. Semua persiapan sudah dilaksanakan, setelah itu kami membagi
tugas untuk berangkat ke Kudus. Pada hari Kamis, yang membawa alat berangkat
sekitar jam 11.00 sedangkan lainnya berangkat habis dzuhur. Sampai di Gor Bung karno
Kudus kita mempersiapkan berbagai perlengkapan yang sudah dibawa dari mulai
membersihkan lapangan dan menyusun alat-alat untuk upacara pembukaan. Jumat (27/4) hari
pertama pelaksanaan kegiatan, dari mulai upacara pembukaan hingga pelaksanaan
pertandingan antar peserta. Upacara pembukaan dilaksanakan pada jam 08.00
sampai dengan jam 11.00, pertandingan dilaksanakan setelah ibadah sholat Jumat.
Pukul 13.00 pertandingan pertama dimulai, waktu yang telah kita rencanakan
mundur karena wasit terlambat datang. Dua belas pertandingan telah dilaksanakan
pada hari pertama dan jumlah penonton yang hadir sebanyak 1406 penonton,
antusiasme penonton memberikan semangat bagi para panitia penyelenggara
kegiatan. Kegiatan
hari pertama berlangsung dengan lancar, kemudian hari kedua kami memulai
kembali kegiatan. Sebelum memulai kembali kegiatan pada hari kedua kami
mendapat beberapa masalah karena kurangnya komunikasi antar panitia. Pak Billy
selaku dosen pengampu memberikan arahan kepada kami agar para panitia mau
berkoordinasi dengan panitia lainnya. Kami mendapat teguran dari beliau, dari
kesalahan yang kami buat sehingga kami sadar bahwa koordinasi diperlukan agar
acara berjalan sesuai dengan rencana. Teguran tersebut membuat kami lebih
semangat dan kompak agar tidak terjadi kesalahan yang sama untuk kedua kalinya. Kegiatan
dihari kedua dilanjutkan pukul 09.00, lagi-lagi waktu yang telah kita
rencanakan meleset karena wasit kembali datang terlambat. Keterlambatan wasit
tidak menurunkan semangat para panitia dan peserta, kegiatan tetap berlangsung.
Pertandingan berlangsung, setelah beberapa pertandingan ada kericuhan yang
dibuat oleh peserta tim futsal dari SMA 1 Bae Kudus. Peraturan sudah
disampaikan pada waktu teknical meeting satu
minggu sebelum kegiatan berlangsung, apabila peserta membuat kerusuhan yang
melanggar peraturan maka akan diberi sanksi. SMA 1 Bae melakukan kesalahan
fatal sehingga mereka harus di diskualifikasi dari peserta pertadingan, mereka
menerima sanksi yang kami berikan dan
mengakui kesalahan yang mereka buat. Kegiatan
telah berlangsung selama 2 hari, sebelum memulai kegaiatan pada hari ketiga
kami membuat Pak Billy kecewa karena melakukan kesalahan untuk kedua kalinya
yaitu tidak adanya komunikasi antar panitia. Ilham Alafiannurmansyah selaku
ketua panitia menjalaskan bahwa rapat mendadak dilakukan untuk merubah beberapa
rencangan kegiatan yang telah dibuat, dia hanya mengumpulkan perwakilan dari
setiap divisi. Rapat mendadak yang diadakan membuat Pak Billy benar-benar
kecewa terhadap kami, beberapa perwakilan divisi yang mengikuti rapat dadakan
belum menyampaikan hasil rapat kepada anggotanya sehingga adanya mis komunikasi
antar anggota divisi. Beliau selalu mengingatkan kepada kami untuk selalu
berkomunikasi satu dengan yang lainnya. Berkali-kali beliau mengingatkan tetapi
kami masih egois satu dengan lainnya, karena mis komunikasi itu beberapa
panitia yang belum mengetahui perubahan tetap melaksanakan rencana awal.
Berawal dari itu beliau marah degan kami, kemudian beliau memanggil panitia
yang melakukan rapat mendadak. Perubahan rencana
tersebut berimbas pada beberapa orang, salah satunya juri tamu untuk kompetisi
dance. Pada hari ketiga selain kompetisi futsal kami juga menyelenggaraka
kompetisi dance, dari situlah sehingga kami membutuhkan juri dari luar untuk
menilai penampilan dance. Rencana awal yang telah dibuat kemudian berubah,
dance yang seharusnya dimulai jam 10.00 menjadi jam 12.30. Perubahan rencana
tersebut berimbas pada juri tamu yang akhirnya harus menunggu lama untuk
menilai penampilan dance. Penampilan dance berlangsung disela-sela pertandingan
futsal. Perebutan juara 3 pun dilaksanakan antara SMKN 1 Blora vs SMA Tahunan
Jepara B, dengan skor 0 : 2 yang dimenangkan oleh SMA Tahunan Jepara B. Perebutan
juara 3 telah usai kemudian penampilan dari pemenang kompetisi dance sebelum
acara final party. Pemenang dance
yaitu dance crew Bow. Pada saat penampilan dance sebelum acara final party, penonton sangat semangat
dan terhibur dengan penampilan mereka dukungan dari mereka pun berdatangan. Puncak
acara yang ditunggu-tunggu pun berlangsung yaitu Final Party yang diadakan setelah penampilan dance yang menjadi
pemenang. Sebelum
final party, dilaksanakan battle suporter. Saat bettle suporter berlangsung semua mata
tertuju pada suporter yang menunjukkan yel-yel nya. Para suporter sangat
antusias dan bersemangat saat menampilkan koreo terbaik mereka. Diantara
suporter yang masuk katergori best
suporter, terdapat salah satu suporter yang menyita perhatian kami yaitu
suporter yang diberi julukan dengan nama Bidadari Tribun. Bidadari Tribun,
sebagian besar mereka terdiri dari perempuan-perempuan yang menyukai pertnadingan
futsal. Bidadari tribun merupakan suporter dari SMA Duta Karya yang menjadi
salah satu peserta tim futsal, tetapi tim futsal mereka telah gagal dibabak
penyisihan. Memang tim mereka sudah kalah, tetapi tidak menyurutkan semangat
mereka untuk mendukung tim-tim lainnya. Selain tim futsal mereka juga
mengeluarkan tim dance untuk mengikuti kompetisi, sehingga mereka masih bisa
mendukung tim dance. Kekompakan dan kreatifitas mereka membuahkan hasil
sehingga masuk kategori best suporter. Lampu hias dan lilin
disiapkan untuk acara final party, kemeriahan
pun terjadi teriakan, dukungan, dan sorak-sorak dari penonton bergema diseluruh
ruangan. Acara pembukaan final party
berlangsung meriah, setiap pemain dari kedua tim yang dipanggil kelapangan
penonton selalu berteriak-teriak untuk memberikan dukungan. Dukungan itu berupa
terikaan, siulan, suara alat musik drum dari suporter yang mendukung tim
tersebut. Pertandingan final pun berlangsung antara SMA
2 Bae Kudus vs SMA Tahunan Jepara A. Pertandingan berlangsung sangat sengit,
setiap tim bersaing agar bisa mendapat gelar juara dalam kompetisi ini. Kedua
tim sama-sama tidak mau kalah, kemampuan yang telah dipelajari selama ini
mereka kerahkan semua. Strategi dan taktik terbaik yang diarahkan oleh pelatih
telah mereka keluarkan untuk bisa memenangkan pertandingan terakhir ini. Mereka
tidak henti-hentinya berjuang hingga titik darah penghabisan. Semua kekuatan
yang telah mereka kerahkan dari masing-masing tim akhirnya berkhir yang
dimenangkan oleh SMA 2 Bae Kudus dengan skor 2 : 0 sebagai tuan rumah. SMA 2 Bae Kudus sebagai tuan rumah
tidak mau membuat malu nama daerahnya sehingga mereka mengerahkan kekuatan yang
tiada habisnya agar bisa memenangkan pertandingan. Latihan dan kerja keras yang
selama ini meraka lakukan akhinya membuahkan hasil. Keringat yang membasahi
mereka selama ini, keringat yang menjadi teman dalam setiap permainan mereka,
keringat yang selama ini menjadi bukti dari hasil kerja keras mereka. Genderung drum selalu bergema disetiap
pertandingan dari awal pertandingan hingga selesai pertandingan. Kemeriahan
yang berlangsung dari awal kegiatan hingga penutupan selalu terngiang-ngiang
dalam fikiran kami. Pertandingan
final pun telah usai, kemudian acara penutupan pun dilaksanakan dari
serangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan sebelumnya. Upacara penutupan
dilaksanakan sekaligus pemberian hadiah untuk para juara. Tim futsal, dance
crew dan suporter yang menjadi juara sangat semangat dalam menerima hadiah.
Akhirnya serangkaian kegiatan yang telah kita lalui selama 3 hari telah
selesai. Kegiatan telah selesai tetapi
masalah datang secara bertubi-tubi setelah acara selesai. Senin 30 April kami
masih di Kudus untuk membereskan perlengkapan, dihari itu kami ada 4 mata
kuliah. Ketua panitia sudah menyuruh para komting masih masing mata
kuliah untuk meminta ijin dosen pengampu. Komting dari 2 mata kuliah sudah
meminta izin kepada dosen pengampu, tetapi komting dari 2 mata kuliah lainnya
belum meminta izin kepada dosen pengampu. Kami baru mengonfirmasi dosen
pengampu senin malam, padahal dosen tersebut sudah menunggu kami untuk
diberikan materi perkuliahan. Banyak
dosen yang menyangkan dengan kelas PGPJSD A karena para kami yang lebih fokus
ke kegiatan itu sehingga melalaikan kewajibannya sebagai mahasiswa. Dosen
beranggapan bahwa kami menyepelekan mata kuliah lainnya. Ibu Endang selaku
dosen pengampu mata kulia microteacing aktivitas air, luar kelas, dan kesehatan
marah dan kecewa dengan kami yang telat dalam mengonfirmasi untuk meminta izin.
Beliau juga menegur dosen mata kuliah sport intertainment dan event organizer. Tidak hanya sampai disitu saja, hari
selasa 1 Mei kami mengikuti pelatihan senam yang diadakan oleh anak-anak ukm
senam. Kelelahan yang diakibatkan oleh serangkaian acara yang berlangsung
selama 3 hari berakibat kami hanya mengikuti separuh dari kegiatan yang dibuat.
Pelatihan yang seharusnya berlangsung dari mulai pukul 07.00 sd. 14.30 kami
hanya mengikuti sampai pukul 12.00. Waktu istirahat banyak yang menggunakan
kesempatan untuk mereka pulang dan istirahat. Jihan sebagai komting dari mata
kuliah microteacing aktivitas air, luar kelas, dan kesehatan mengonfirmasi
ulang kepada Bu Endang dengan menemui beliau secara langsung. Awalnya pada saat
ditemui diruangan beliau masih marah dan kecewa dengan kami, beliau buru-buru
karena mau mengajar. Jihan menunggu beliau hingga selesai mengajar, akhirnya
beliau mau ditemui. Jihan menjelaskan dan meminta maaf karena telat dalam
meminta izin. Hanya permintaan maaf dan penjelasan yang bisa disampaikan untuk
beliau. Pergantian jam perkuliahan dilaksanakan untuk menebus kesalahan yang
telah kami buat. Ibarat
mati satu tumbuh seribu, masalah pun muncul kembali. Kesepakatan yang dibuat
dengan dosen mata kuliah Senam Aerobik yaitu Bapak Roas, jam perkuliahan
diganti hari jumat 4 April. Sebelum memulai mata kuliah kami mendapat teguran
dari beliau, karena menyepelekan pelatihan senam yang dilaksanakan hari selasa
lalu. Beliau berkata apakah kita senang dengan acara yang dibuat sukses tetapi
lupa akan kewajiban kalian sebagai mahasiswa, memangnya mata kuliah lain tidak
penting. Kata-kata
yang muncul dari para dosen membuat kita merenung, kesalahan kesalahan yang
kita buat terlalu banyak. Memang mausia tidak luput akan kesalahan, tetapi
apakah kita selalu melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya. Semua itu
menjadi cambuk bagi kami agar lebih menghargai dan tidak menyepelekan hal-hal
lainnya. Kami mengaggap bahwa saat itu kami gagal, walaupun orang lain
menganggap kami sukses.









0 komentar:
Posting Komentar