nama : achmad fajaruddin nim : 6102415035 rombel : PGPJSD A 2015
UNNIVERSITAS
NEGERI SEMARANG
AF/035
SEMARANG - Don’t judge book by the cover mungkin
menurut beberapa orang kata-kata itu hanya bualan semata. karena kita bakalan
jarang banget nemuin hal yang seperti itu dikehiduan nyata yang sesungguhnya, dan
akan menemui dikisah-kisah dongeng semata. namun tidak dengan orang yang satu
ini walaupun memiliki badan yang kecil namun memiliki cita-cita dan harapan
yang sangat tinggi, yaitu menjadi seorang pelatih futsal nasional. karena
ketekunan beliau sedikit demi sedikit anggapan jelek tentang beliau terpatahkan
dan karir dikepelatihan mulai menumui titik terangnya.
Karier beliau didunia
kepelatihanpun tidaklah mudah karena banyak omongan orang satu sama lain yang
berbeda. Adapun yang mendukung keinginannya dan adapun yang menghina
cita-citanya mulai dari tetangga sekitar dan lainnya.sebelum membahas lebih
jauh saya sebagai penulis akan memberitahu profil dari narasumber kita yang
bernama zazid muttaqin kelahiran lamongan 17 oktober 1995 mengecap pendidikan
sekolah dasar disd baturono, smpn 3 lamongan, smkn 2 lamongan dan sekarang
sedang menjalani program studi S1 di unniversitas negeri malang jurusan
kepelatihan olahraga.
Namun
sebelum menjajaki dunia kepelatiahn dulunya juga seorang atlit dikota
kelahirannya yaitu di kota lamongan, meskipun dia berbadan kecil tapi tidak ada
kergauan sama sekali dalam menghadapi lawan yang badannya lebih besar darinya.
Tidak jarang dia juga memberikan masukkan kepada rekan setimnya jika mengalami
kebuntuhan dalam membobol gawang lawan-lawannya sehinga dia bisa menjadi
panutan untuk semua rekan-rekannya saat masih aktif menjadi atlet dia pernah
membawa bangga nama kampusnya dengan menjuarai liga u23 di kota malang.
Dan setelah sekian lama mendalami
peran sebagai orang selalu bermain didalam lapangan yang belom tau sampai umur
berapa bisa bermain, akhirnya diapun mulai memikirkan cita-cita ataupun
harapannya untuk menjadi seorang pelatih. Sebelum memutuskan benar-benar
mendalami menjadi atletpun dia sudah melatih tim sekolahnya dulu membantu jika
ada libur kuliah, dan mendampingi sampai kejuaraan diluar kota semisal dikota
gresik maupun sampai kota dia menuntut ilmu yaitu kota malang.
Pada tahun 2016 dia mengambil
kursus kepelatihan di kota Surabaya, dengan uang pinjaman dari temen-temennya
karena waktu saat itu belom pegang uang sama sekali dan rentan biayanya juga
lumayan mahal. Dengan biaya satu juta tujuh ratus lima puluh ribu untuk tingkat
jatim level tiga tapi demi mewujudkan semua impiannya diapun tetap mengambil
segala resikonya dan yakin bahwa segala usahanya tidak akan sia-sia. Kepercayaan
itupun mulai menghampiri beliau karena kesukaannya dengan membina bakat usia
muda, salah satu tim yang sudah lumayan lama berdiri dikota lamongan dan banyak
menyumbangkan beberapa atlet untuk daerah lamongan. memberikan kepercayaan
untuk dilatihnya dan disitu beliau memberikan semua ilmu yang didapat dari
dunia kependidikan di unniversitas negeri malang maupun pada saat melakukan
kursus lisensi level 3.
Tidak
selesai disitu memang dari dulu tim opel futsal Lamongan dipenuhi dengan pemain
berbakat dan salah satu tim yangmemiliki program latihan yang tersetruktur,
tapi tidak tau kenapa belom bisa membuktikan dengan membawa pulang tropi juara.
Namun setelah dipegan pelatih bertangan dingin zazid muttaqin opel futsal
Lamongan berhasil menjuarai kompetisi u 15 tahun dikota Surabaya. Dan semenjak
itupun sponsor yang masuk untuk tim opel futsal lamongan semakin percaya bahwa
tim ini bakalan terkenal nantinya ya wminimal tingkat jawa timur dulu.
Sambil
melatihpun dia masih rajin untuk menjalani dunia pendidikannnya, tidak lupa
diri bahwa dia jua masih dalam tahap belajar didunia kependidikan dan harus
menyelesaikan program pendidikan strata satu di unniversitas negeri malang. Sambil melatih dikota lamonganpun dia
juga melatih dikota malang salah satu tim yang dilatih dikota malang ada yang
mahasiswa physikologi um yang kemarin baru mengikuti kejuaraan antar physikologi
antar mahasiswa yang diadakan dikota jogja. Namun sayangnya dalam event ini
team yang dilatihnya belom bisa berbicara banyak dan harus puang dengan tangan
hampa, karena tidak bisa lolos ke faseberikutnya. Namun demikian beliau tetap
memberikan apresiasi yang sangat besar kepada anak asuhnya itu.
Belajar
dari kesalahan kemarin yang membawa tim physikoloi beliau mempelajari satu hal
mulai dari persiapan yang kurang matang dalam mempersiapkan team untuk
mengikuti sebuah kejuaran.dan hal yang sangat penting dalam sebuah team yaitu
komunikasi dalam lapangan maupun diluar lapangan mulai dari pemain satu dengan
pemain lain, pelatih demi pemain kekompakkan itu yang harus diciptakan kalau
mamu membentuk tim yang kuat ujar beliau. Terimakasih
sudah mau membaca tulisan saya di halamannya yang sebelumnya, dan dihalaman ini
penulis akan memberitahu sisi lain dibalik ketegasan seorang pelatih mulai dari
sebelum menjadi pelatih dan yang lainnya. Lanjut saja ya daripada lama berbasa
basi ria saya akan melanjutkan tulisannya mengenai sosok pelatih muda yang
mulai dikenal dalam dunia perfutsalan kota lamongan. Sesuai dengan pembahasan
dihalaman pertama tadi seorang yang berbadan tidak lebih dari 165 cm ini
memiliki jiwa pemimpin dari awalnya sebelum menjadi pelatih karena pas waktu
sma sempat diamanahi sebagai ketua osisi smkn 2 lamongan. Selain
menjadi pelatih yang tegas didalam lapangan ternyata berbeda jauh saat berada
diluar lapangan beliau benar-benar bisa mengayomi adek-adeknya maupun mengayomi
semua anak asuhnya bagi dia kalo diluar lapangan anggap saja saya ini temanmu
ujarnya kepada semua anak asuhnya. Cacian demi cacian yang dulu keluar dari
lingkungan sekitar sedikit demi sedikit akhirnya bisa ia patahkan. Berbekal
keyakinan bahwa keyakinan dan doa nantinya akan menghasilkan sebuah hasil yang maksimal untuk kedepannya. Saat
menjadi atlit dulupun banyak yang memandangnya sebelah mata dalam artian
meremehkannya karena memiliki postur tubuh yang lebih rendah dari pemain
lainnya, namun dia berusaha membuktikannya dalam lapangan mau berkeja keras dan
bermain bagus sesuai dengan arahan pelatih dan apa yang sudah dipelajari saat
latihan serta membuktikannya dengan memberikan kemenangan. Meyakini semua lawan
sama kita sama-sam makan nasi dan mendapatkan porsi latihan yang sama selain
bekerja keras kita jua harus selalu berdoa kepada tuhan kita agar selalu
mendapatkan perlindungan serta mendapatkan hasil yang sesuai dengan apa yang
sudah diinginkan.
Jauh dari dalam lubuk hatinya masih
banyak hal yang ingin diraih dan bisa dikenal bukan Cuma setingkat kota
lamongan maupun tingkat jawa timur, tapi juga bisa dikenal dalam tingkat
nasional syukur-syukur bisa melatih tim liga pro nasional dan bisa dimintaiin
tolong untuk melatih tim nasional Indonesia. Dalam tahun ini dia sedang
menjalani penelitian guna untuk menyelesaikan program studi S1 masih dalam
ruang lingkup yang sama tidak jauh-jauh dari dunia perfutsalan yaitu tentang
futsal di klub opel futsal lamongan. Walaupn sekarang beliau sudah
memiliki lisensi tingkat 3 tapi dia masih mau belajar lagi dan meninba ilmu
dibeberapa klub yang ada dikota malang sebagai asisten pelatih hingga nanti
kalo ada rejeki lebih dan waktunya pas dia berharap bisa kembali ambil kursus
kepelatihan yang lebih tinggi lagi.
Sehingga mimpi demi mimpinya bisa tercapai dan meyakini bahwa semuanya akan
tercapai tidak ada yang tidak mungkin kalo kita mau berusaha dan bekerja keras
untuk meraihnya.
Disaat
pulang ke lamonganpun dia selalu menyempatkan main kesekolahnya dulu biar
sebutan kacang lupa kulitnya tidak disandangnya, selalu menyempatkan untuk
datang saat latihan dan memberikan atau membagikan sedikit ilmunya untuk
adek-adeknya bukan cuma sekedar berbagi ilmu dengan adek-adeknya saja namun
juga berbagi ilmu dengan pelatihnya dulu modern futsal biar menyesuaikan zaman. Semangatnya untuk
melatih diusia dini pun tidak hanya dalam futsal cowok tapi juga untuk futsal
cewek demi kemajuan futsal didaerah lamongan sebagaimana yang diinginkannya,
dia pun melatih tim futsal putri lamongan yang sudah pernah mengikuti kompetisi
diluar kota lamongan karena masih minimnya peminat futsal untuk putri beliau
sedikit kesulitan untuk menjaring atlet berbakat. Dan kesulitan lainyang
dihadapi yaitu cara melatih atlet wanita dengan atlet laki-laki yang berbeda
merupan satu hal yang tidak boleh dianggap sepele.
Semangat
pantang menyerahnya itulah yang membuat semua orang yang mengenalnya
menganguminya walaupun Cuma kenal sebentar saja langsung tahu kalo dia orang
yang mempunyai mental baja dan tidak gampang menyerah. Diselah-selah melatih
beliau selalu memberikan kata-kata motivasi yang bisa menyemangati anak asuhnya
supaya mau berlatih dengan lebih giat lagi dan kalo berada didalm lapangan mau
bekerja keras sebelum wasit meniup peluit berakhir kalian belom kalah dan
kalianpun belom menang. Penulis sangat bangga bisa mewawancarai pelatih yang
memiliki mental juara.







0 komentar:
Posting Komentar