WELCOME TO MY BLOG

animasi bergerak gif

FEATURE, IRFAN TONI SAPUTRO, 6102415039



Kerja keras, bukan bakat

Jiwa pejuang tidak lahir karena keturunan belaka, hal itu bisa terjadi jika orang itu berusaha. sama hal nya dengan jiwa olahraga, keturunan bukan sebuah jawaban yang bisa di sematkan pada pernyataan bahwa keluarga yang memiliki kecintaan pada olahraga berarti akan mempunyai keturunan yang memiliki jiwa yang sama dengan orang tuanya.
Meskipun hal itu kadang terjadi di sebuah keluarga yang rata-rata adalah seorang pejuang dalam olahraga hingga memiliki anak yang saat ini juga menjadi penerus mereka dan bahkan anak tersebut menggeluti di cabang olahraga yang sama dengan orang tuanya, tapi banyak juga anak yang lahir dari keluarga yang bukan sama sekali masuk dalam pejuang olahraga atau bahkan tidak memiliki skill atau kemampuan di bidang olahraga.
Hal itu bisa saja terjadi jika anak itu mau berusaha dan kerja keras, hingga akhirnya ia menjadi pembuka jalan bagi keturunanya untuk ikut menjadi pejuang olahraga di keluarganya, hingga akhirnya keturunan-keturunannya ada yang meneruskan perjuangan orang tuanya atapun kakek nenek buyutnya meskipun cabang olahraga yang digelutinya berbeda.
Terlahir dari keluarga yang tidak berdedikasi tinggi pada olahraga bahkan semua anggota keluarga tidak memiliki basic atau kemampuan sama sekali dalam bidang olahraga, NiamSeptiawanita yang lahir pada 11 September 1999di kabupaten Semarang mempersiapkan diri untuk menghadapi salah satu event olahraga yang bergengsi pada cabang olahraga atletik di nomor lari 400 meter.
“Saya lahir dari keluargatidakada yang sukasamaolahraga, jadi basic olahragatidakada, darikeluarga yang sukaolahragacumasayasaja”, ujar Niam.
Sebelum menggeluti olahraga yang bersifat individu yakni nomor lari 400 meter pada cabang olahraga atletik, “ndeng” panggilan akrab yang biasa dilontarkan oleh teman-temannya, semasa kecil justru ia menyukai sepaktakraw, hingga ia masuk dalam klub sepaktakrawyang bernama Tri Kusumodi daerahnya yakni kabupaten Semarang.
“Pertama sukaolahragadarisepaktakrawmulaikelas 6 SD sudahmengikutiklubsepaktakrawdi se,arangnamanya Tri Kusumo”, ujarnya.
Menggeluti sepaktakraw sejak kecil baginya sangat menyenangkan, selain memiliki tantangan tersendiri yakni melawan klub-klub di daerahnya, ia juga merasakan dengan sepaktakrawia dapat berkumpul dengan banyak orang, dan dari sepaktakraw itu pun ia pernah meraih juara 3 antar klub se-kabupaten Semarang.
“Ikutsepaktakrawkarenasenangbisakumpulbanyak orang. Ada tantangannya., disepaktakrawpernahjuara 3 antarklub se-kabupatensemarang”, ujarnya.
Sejak saat itu Niam terus menggeluti pada cabang olahraga sepaktakraw yang menurutnya menyenangkan dan mendapat tantangan tersendiri, dari kelas 6 Sekolah Dasar hingga kelas 10 Sekolah Menengah Atas. Sampai pada akhirnya ia dikenalkan dengan cabang olahraga Atletik oleh temannya yang pada saat itu ia telah masuk kelas 11 SMA. Awalnya ia ikut kedalam cabang olahraga Atletik tersebut hanya karena ikut dengan teman, hingga ia terus-menerus ikut dalam latihan sampai akhirnya ia dipanggil oleh pelatih, lalu ia ditunjuk sebagai salah satu anak yang ikut dalam memperkuat tim nomor estafet 4x100 meter. Dan untuk pertama kalinya ia ikut pada lomba lari cabang Atletik di Jawa Tengah.
“Barukelas 2 sma, kenalsmaatletikdaritemen. Diajaktemen terus diliriksama pelatihatletikdisuruhlatihan untukmemperkuattimestafet 4x100 meter”, ujarnya
Dari ditunjuknya ia sebagai pelengkap untuk memperkuat tim estafet, saat itu pertama kali ia mengikuti lomba lari di Jawa Tengah pada nomor estafet 400 meter bersama tim dari SMA nya atas kehendak pelatih.
“Pertama kali lomba di jawatengahyaituikutlariataucaborAtletik”. tambahnya.
Hingga saat ini Niam terus menggeluti pada cabang olahraga Atletik di nomor lari, meskipun sudah tidak lagi memperkuat tim estafet namun ia pernah mencoba menjadi atlet individu pada cabang olahraga tersebut yakni di nomor lari atau sprint 100 meter.
“Dari kelas 2 SMA sampe sekarang masihikutAtletik”, ujarnya.
Namun pada nomor sprint 100 meter tersebut ia sudah tidak percaya diri lagi dikarenakan banyaknya saingan yang kemampuannya lebih tinggi darinya, hingga ia merasa dirinya sudah tidak mampu lagi pada nomor tersebut. Dan pada akhirnya ia berpindah pada cabang olahraga yang sama namun dengan nomor yang berbeda, kini ia masuk dalam nomor lari 400 meter.
“Dan dulupernahmenjadi spesialis nomor 100 meter,tapi karena 100 meter sayakurangmampudan banyaksaingan, akhirnya saya pindah di nomor 400 meter”, tambahnya.
Pada nomor lari 400 meter ia terus berjuang dan kerja keras dengan berlatih secara giat dan tekun, hal itu ia lakukan semata-mata agar ia dapat prestasi yang tinggi di nomor lari 400 meter pilihannya ini. Kerja kerasnya itu pun ia lakukan tak sia-sia dengan bangga dia bisa menunjukkan bahwa ia mampu pada nomor barunya ini, ia meraih juara 2 pada event yang di selenggarakan se-Jawa Tengah.
“Dari nomor 400 meter itu sayamedapatkanhasiljuara 2 pada event yang di selenggarakan se-Jateng”, ujarnya.
Melihat hasil itu, ia menjadi termotivasi dan menambah keyakinan bahwa pada nomor yang saat ini ia tekuni akan membawanya mendapatkan serta meraih pencapaian prestasi yang setinggi-tingginya. Dan kali ini ia sedang mengejar untuk bisa berlomba pada ajang multievent empat tahunan yakni PORPROV JATENG 2018 yang akan dilaksanakan di Solo pada bulan Oktober mendatang, dalam event tersebut 44 cabang olahraga akan digelar, Atletik salah satunya.
“Harapanya,AlhamdulillahlolosPORPROV JATENG , dan targetPORPROVmasuk difinal sajasudahAlhamdulillah”, ujarnya.
Demi mewujudkan target tersebut ia bertekad akan terus berlatih dengan giat dan tekun, meskipun sekarang ini dia tengah disibukkan dengan kuliahnya di salah satu perguruan tinggi negeri di kota Semarang, namun ia tetap yakin bahwa harapan dan targetnya mampu ia raih, meski lawan-lawan yang ia hadapi pasti lebih hebat dari dirinya, namun ia tetap yakin dan percaya pada kemampuannya.

0 komentar:

Posting Komentar