PERKULIAHAN
SPORT JOURNALISM YANG MENGURAS OTAK
Berita Opini
Reporter : MW (6102415038)
Perkuliahan sport
journalism merupakan perkuliahan yang berorientasi pada proses pembuatan sebuah
berita yang layak dikonsumsi oleh publik. Baik itu berita news, feature,
reportase, opini, dan lain sebagainya. Mata kuliah tersebut diampu oleh seorang
dosen perempuan yang cantik bernama ibu Dwi Gansar Santi. Pada perkuliahan
tersebut kita diajarkan untuk membuat sebuah berita yang sesuai dengan kaidah
penulisan.
Perkuliahan ini
selain dilaksanakan di prodi PGPJSD, juga dilaksanakan di jurusan PJKR. Pada
intinya, mahasiswa jurusan PJKR harus bisa membuat berita tentang peristiwa,
kejadian maupun opini yang terjadi di lingkungan sosial. Kita dituntut untuk
mengulik atau mencari sebuah informasi yang nantinya diproses untuk dijadikan
sebuah berita yang di upload pada blog masing – masing kelompok. Alih – alih
mencari sebuah informasi, tidak banyak juga yang menjiplak berita dari beberapa
sumber di internet yang pada akhirnya di cap sebagai tindakan plagiat. Oleh
karena itu, banyak mahsiswa jurusan PJKR yang kesulitan dalam mengerjakan tugas
harian yang diberika oleh dosen.
“Perkuliahan ini
sangat bermanfaat bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa PJKR karena melalui mata
kuliah ini, mahasiswa PJKR selain diajarkan praktek, juga diajarkan membuat
berita yang nantinya menjadi bekal mahasiswa untuk berkontribusi dalam
masyarakat”. Ujar Benny salah satu mahasiswa jurusan PJKR.
Beberapa mahasiswa
setuju dengan pendapat Beny, namun ada juga beberapa yang kurang setuju dengan
pernyataan Beny.
“Perkuliahan ini
sangat menguras otak dan menyita waktu, karena harus melakukan prosedur
wawancara yang rumit kepada narasumber”. Ujar salah satu mahasiswa prodi PGPJD.
Pada intinya setiap pribadi mempunyai
penilaian tersendiri terhadap mata kuliah ini. Sehingga ada yang pro dan ada
yang kontra. Pada akhirnya yang merasa hal ini bermanfaat bagi dirinya adalah
pribadi yang selalu memetik hikmah dari sebuah pelajaran yang diberikan.







0 komentar:
Posting Komentar