Nama : Ajay
Andrian Syahputra
Tempat,
tanggal dan lahir : Boyolali, 04
Agustus 1999
Jenis
kelamin :
Laki-laki
Status
perkawinan : Belum Kawin
Kebangsaan : Indonesia
Agama : Islam
Alamat : Duwet
Rt/17/08 Andong Boyolali Kab. Boyolali Jawa Tengah 57384
No. telepon :
Nama
orang tua :
Ayah : Rujito
Ibu : Sri
Lestari
Anak
ke/dari : anak
ke 2 dari 3 saudara
Hobi :
Olahraga
MASA DEPAN YANG RUMIT
Ajay, adalah seorang yang mempunyai bakat olahraga, Lahir di Boyolali
04 Agustus 1999. Ajay Andrian Syahputra yang akrab disapa Aje, merupakan anak
kedua dari tiga bersaudara pasangan Rujito dan Sri Lestari. Aje menyukai
olahraga saat masih duduk di bangku SD. Di SD ia berhasil membawa juara satu
lomba lari antar sekolah sekecamatan.
Sejak kecil, Aje selalu mengisi waktu luang untuk olahraga bersama
kedua orang tuanya. Disaat duduk di bangku SD Aje mengharumkan nama sekolahnya
setelah mendapatkan juara 1 antar sekolah sekecamatan, walaupun antar kecamatan
tapi menurutnya inilah awal dari perjuangan. “ saya pernah juara satu lari
antar sekolahan sekecamatan. Walaupun antar sekolahan sekecamatan, namun inilah
pertandingan bergengsi antar sekolahan pada tanggal 23 februari 2009.” Ujar Aje
dengan senyum.
Di saat penulis mewawancarai Aje di rumah halamannya Senin 30
April 2018 Calon Mahasiswa ini sangat bersemangat mengupas tentang peristiwa
dan pengalaman hidupnya. Sejak kecil Ajay gemar dengan aktivitas olahraga,
terutama Atletik lari. “Saya senang sekali kalau sore saya lari-lari kemudian
dilanjutkan bermain sepak bola dengan teman sebaya, semangat menjadi terpacu dengan
berolahraga”. Tambahnya dengan semangat.
Berhasil meraih prestasi lomba lari antar Sekolah Dasar
sekecamatan. Prestasi inilah yang membuat Aje semakin menyukai olahraga. Tidak
cuman itu Aje juga giat menekuni sepakbola. Ia masuk di salah satu club yang
menurutnya itu baik. Menginjak umur Sembilan tahun, Aje mendaftarkan diri untuk
masuk kedalam salah satu sekolah sepakbola (SSB) yaitu Sahid Jaya dikecamatannya.
Semenjak masuk sekolah sepakbola, Aje tambah giat dalam sesi
latihan agar bias masuk didalam daftar pemain inti. Tiga bulan setelah masuk di
sekolah sepakbola, Ia berhasil menjadi starter di timnya. Meskipun Aje berhasil
menjadi pemain inti. Ia belum menunjukkan kualitasnya di depan pelatih. Namun
semua itu membuat Ia tambah semangat lagi dalam menekuni sepak bola. Pada tahun
2010, Aje beserta Rekan-rekannya berhasil membawa prestasi juara satu SSB di
bagian utara Boyolali. “laga ini sangat menguras tenaga, karna lawan yang kita
hadapi adalah musuh bebuyutan tim ini. Jadi laga ini penuh emosional. Untung
saja saya dan rekan-rekan berhasil melewati itu dan menjadi yang terbaik di
bagian Boyolali Utara”. Imbuhnya
Begitupun, saat berganti seragam menjadi putih biru. Orang tua Aje
lebih memilih disekolahkan di SMP N 1 Andong, karena sekolah di daerah akan
membuat pendidikan lebih maju dan dilain sisi agar aje dapat meneruskan bakat
di halamannya. Sejak masuk di SMP, Aje masih giat dalam olahraga baik sepakbola
maupun lari. Saat memasuki kelas delapan Aje menambah latihannya menjadi rutin,
karna untuk mempersiapkan diri untuk mengikuti POPDA SMP.
Aje salah satu siswa yang berhasil mewakili sekolahannya dan
kecamatannya. Namun Aje gagal untuk melanjutkan perjalanan menuju POPNAS,
Karena Ia kalah dengan pesaingnya yang berhasil menduduki urutan no satu lari
400 meter di Kabupaten. Namun seminggu setelah kegitan POPDA, Aje mendapat
panggilan dari timnya untuk mengikuti sesi latihan, karna pada tanggal 15-16
Februari 2013, Timnya mengikuti turnamen HUT SSB Nogosari ke 15th.
Dalam turnamen ini hanya mempertandingkan tahun kelahiran 1998-1999.Dalam
turnamen tersebut SSB Sahid Jaya menjadi juara 1 berhasil mengalahkan tim dari
IMF dengan skor 2-0. “menurut saya kemenangan inilah yang saya ingat selalu,
karna turnamen ini lah kita mendapat perlawanan yang hebat. Karna yang kami
hadapi adalah SSB tentangga sendiri”. Imbunya lagi.
Memasuki seragam putih abu-abul, Aje masuk sekolah didaerahnya dan
masih rutin dalam kegiatan olahraga, namun Aje juga Belajar organisasi OSIS SMA
N 1 Andong. Karna Aje ingin menambah ilmu dan mempunyai wawasan luas,
pengalaman dan menambah pertemanan. Di organisasi sendiri aje menjabat sebagi
wakil ketua. Aje juga aktif dan berpartisipasi dalam prestasi olahraga berbagai
Cabor Ia ikuti khususnya di atletik lari tingkat POPDA.
Di SMA, Aje juga aktif dalam kegiatan-kegiatan yang menurutnya
baik. Bahkan Ia juga menikuti seleksi sepakbola antar kecamatan. Dalam turnamen
ajang Piala Boyolali. Turnamen ini diikuti semua kecamatan yang ada di
Boyolali. Dalam seleksi ada banyak pemain yang mengikutinya, Namun saat
pengumuman Aje sebenarnya di terima, namun Ia menolak karna Ia sekarang sudah
mengerti siapa dalang dibalik semua ini. ”sebenarnya kesempatan ini sayang
sekali kalau di tolak. Tetapi mau gimana lagi, saya dengar seleksi ini hanya
sebuah kecurangan atauhanya meminjam nama/berkas-berkas kita, tetapi yang main
malah orang lain. Karna saya diberitahu dari senior saya.” Ujar Aje penuh
kecewa.
Setahun setelah seleksi pemain kecamatan, Aje masih rutin
melakukan aktivitas olahraga lari 400 meter. Karena target Ia bisa mewakili
kabupaten untuk olahraga lari 400 meter.sudah seperti biasa Aje berhasil mewakili kecamatan, namun tidak untuk
boyolali. Ia gagal untuk mewakili boyolali untuk lari 400 meter. “mungkin belum
saatnya saya bisa mewakili boyolali, dan saya sekarang harus fokus belajar
terlebih dahulu.” Tambahnya lagi dengan sedikit kecewa.
Kemudian memasuki bulan ramadhan aje masih melakukan olahraga
tetapi yang ringan-ringan saja, karna setelah hari raya ada liga tarkam
sekecamatan Andong. Karna untuk menjaga kebugaran dan stamina. Setelah hari
raya, laga itu di mulai. Aje sendiri masuk dalam timsenior Sahid Jaya. Setelah tiga hari
dimulai Sahid Jaya berhasil ke final melawan juara bertahan. Sahid Jaya
diperkuat pemain-pemain mudanya. Sahid Jaya berhasil menjuari kompetisi tarkam ini
untuk yang keduanya. Setelah puasa gelar dua tahun. Sahid jaya menang dengan
skor tipis 1- 0. Satu – satunya gol dicetak oleh Ajay Andrian Syahputra atau
sapaannya Aje.
Sungguh prestasi yang mengagumkan. Semua orang bisa meraihnya jika
diawali dengan kerja keras dan latihan yang maksimal. Disaat lulus dari SMA Aje merasa tertekan Antara
memilih melanjutkan pendidikan dan cit-citanya. Karena Aje sendiri ingin
menggapai cita-citanya sebagai polisi. Sedangkan orangtuanya menyarankan agar
Aje meneruskan prestasi dan melanjutkan pendidikan masuk perguruan tinggi
negeri ini, Aje juga lulus melalui jalur prestasi, yaitu Atletik. Ternyata
kegemaran membawa peluang yang besar mencapai kesuksesan. Sebuah prestasi dapat
membuat orang menjadi berwibawa dan mampu di bidangnya. “Saya saat itu bingung
antara melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita, Saya selalu ingat dengan
motto hidup yaitu: Hidup itu penuh resiko, tapi jangan pernah lari dari resiko”.
Tambah Aje dengan wibawanya.
Kemudian saat itu Aje memutuskan untuk melanjutkan pendidikan dan
mengubur dalam-dalam cita-citanya. Harapannya melanjutkan pendidikan ingin
meraih prestasi yang baik. Semua orang berhak berprestasi, semua orang ingin
memiliki prestasi agar disegani dan dihormati dalam masyarakat. Aje memberikan
pesan kepada semua orang yaitu “Jangan takut mengambil keputusan, karena
dibalik kegagalan terdapat kesuksesan yang tertunda. Jangan pernah berpikir apa
yang diberikan untukmuu, namun berpikirlah apa yang bisa kamu berikan untuk
orang lain.”
Nama :
Muhammad Irwan
Nim :
6102415040
Rombel :
PGPJSD A 2015








0 komentar:
Posting Komentar