BERITA REPOTASE
REPORTER AF/035
SEMARANG - Don’t judge book by the cover mungkin
menurut beberapa orang kata-kata itu hanya bualan semata. karena kita bakalan
jarang banget nemuin hal yang seperti itu dikehiduan nyata yang sesungguhnya, dan
akan menemui dikisah-kisah dongeng semata. namun tidak dengan orang yang satu
ini walaupun memiliki badan yang kecil namun memiliki cita-cita dan harapan
yang sangat tinggi, yaitu menjadi seorang pelatih futsal nasional. karena
ketekunan beliau sedikit demi sedikit anggapan jelek tentang beliau terpatahkan
dan karir dikepelatihan mulai menumui titik terangnya.
Karier beliau didunia kepelatihanpun tidaklah mudah
karena banyak omongan orang satu sama lain yang berbeda. Adapun yang mendukung
keinginannya dan adapun yang menghina cita-citanya mulai dari tetangga sekitar
dan lainnya.sebelum membahas lebih jauh saya sebagai penulis akan memberitahu
profil dari narasumber kita yang bernama zazid muttaqin kelahiran lamongan 17
oktober 1995 mengecap pendidikan sekolah dasar disd baturono, smpn 3 lamongan,
smkn 2 lamongan dan sekarang sedang menjalani program studi S1 di unniversitas
negeri malang jurusan kepelatihan olahraga.
Namun sebelum menjajaki dunia kepelatiahn dulunya juga
seorang atlit dikota kelahirannya yaitu di kota lamongan, meskipun dia berbadan
kecil tapi tidak ada kergauan sama sekali dalam menghadapi lawan yang badannya
lebih besar darinya. Tidak jarang dia juga memberikan masukkan kepada rekan
setimnya jika mengalami kebuntuhan dalam membobol gawang lawan-lawannya sehinga
dia bisa menjadi panutan untuk semua rekan-rekannya saat masih aktif menjadi
atlet dia pernah membawa bangga nama kampusnya dengan menjuarai liga u23 di
kota malang.
Dan setelah sekian lama mendalami peran sebagai orang
selalu bermain didalam lapangan yang belom tau sampai umur berapa bisa bermain,
akhirnya diapun mulai memikirkan cita-cita ataupun harapannya untuk menjadi
seorang pelatih. Sebelum memutuskan benar-benar mendalami menjadi atletpun dia
sudah melatih tim sekolahnya dulu membantu jika ada libur kuliah, dan
mendampingi sampai kejuaraan diluar kota semisal dikota gresik maupun sampai
kota dia menuntut ilmu yaitu kota malang.
Pada tahun 2016 dia mengambil kursus kepelatihan di
kota Surabaya, dengan uang pinjaman dari temen-temennya karena waktu saat itu
belom pegang uang sama sekali dan rentan biayanya juga lumayan mahal. Dengan
biaya satu juta tujuh ratus lima puluh ribu untuk tingkat jatim level tiga tapi
demi mewujudkan semua impiannya diapun tetap mengambil segala resikonya dan
yakin bahwa segala usahanya tidak akan sia-sia.
Kepercayaan itupun mulai menghampiri beliau karena
kesukaannya dengan membina bakat usia muda, salah satu tim yang sudah lumayan
lama berdiri dikota lamongan dan banyak menyumbangkan beberapa atlet untuk
daerah lamongan. memberikan kepercayaan untuk dilatihnya dan disitu beliau
memberikan semua ilmu yang didapat dari dunia kependidikan di unniversitas
negeri malang maupun pada saat melakukan kursus lisensi level 3.
Tidak selesai disitu memang dari dulu tim opel futsal
Lamongan dipenuhi dengan pemain berbakat dan salah satu tim yangmemiliki
program latihan yang tersetruktur, tapi tidak tau kenapa belom bisa membuktikan
dengan membawa pulang tropi juara. Namun setelah dipegan pelatih bertangan
dingin zazid muttaqin opel futsal Lamongan berhasil menjuarai kompetisi u 15
tahun dikota Surabaya. Dan semenjak itupun sponsor yang masuk untuk tim opel
futsal lamongan semakin percaya bahwa tim ini bakalan terkenal nantinya ya
wminimal tingkat jawa timur dulu.
Sambil melatihpun dia masih rajin untuk menjalani dunia
pendidikannnya, tidak lupa diri bahwa dia jua masih dalam tahap belajar didunia
kependidikan dan harus menyelesaikan program pendidikan strata satu di
unniversitas negeri malang. Sambil
melatih dikota lamonganpun dia juga melatih dikota malang salah satu tim yang
dilatih dikota malang ada yang mahasiswa physikologi um yang kemarin baru mengikuti
kejuaraan antar physikologi antar mahasiswa yang diadakan dikota jogja. Namun
sayangnya dalam event ini team yang dilatihnya belom bisa berbicara banyak dan
harus puang dengan tangan hampa, karena tidak bisa lolos ke faseberikutnya.
Namun demikian beliau tetap memberikan apresiasi yang sangat besar kepada anak asuhnya
itu.
Belajar dari kesalahan kemarin yang membawa tim
physikoloi beliau mempelajari satu hal mulai dari persiapan yang kurang matang
dalam mempersiapkan team untuk mengikuti sebuah kejuaran.dan hal yang sangat
penting dalam sebuah team yaitu komunikasi dalam lapangan maupun diluar
lapangan mulai dari pemain satu dengan pemain lain, pelatih demi pemain
kekompakkan itu yang harus diciptakan kalau mamu membentuk tim yang kuat ujar
beliau.
Terimakasih sudah mau membaca tulisan saya di
halamannya yang sebelumnya, dan dihalaman ini penulis akan memberitahu sisi
lain dibalik ketegasan seorang pelatih mulai dari sebelum menjadi pelatih dan
yang lainnya. Lanjut saja ya daripada lama berbasa basi ria saya akan
melanjutkan tulisannya mengenai sosok pelatih muda yang mulai dikenal dalam
dunia perfutsalan kota lamongan. Sesuai dengan pembahasan dihalaman pertama
tadi seorang yang berbadan tidak lebih dari 165 cm ini memiliki jiwa pemimpin
dari awalnya sebelum menjadi pelatih karena pas waktu sma sempat diamanahi
sebagai ketua osisi smkn 2 lamongan.
Selain menjadi pelatih yang tegas didalam lapangan
ternyata berbeda jauh saat berada diluar lapangan beliau benar-benar bisa
mengayomi adek-adeknya maupun mengayomi semua anak asuhnya bagi dia kalo diluar
lapangan anggap saja saya ini temanmu ujarnya kepada semua anak asuhnya. Cacian
demi cacian yang dulu keluar dari lingkungan sekitar sedikit demi sedikit
akhirnya bisa ia patahkan. Berbekal keyakinan bahwa keyakinan dan doa nantinya
akan menghasilkan sebuah hasil yang maksimal untuk kedepannya.
Saat menjadi atlit dulupun banyak yang memandangnya
sebelah mata dalam artian meremehkannya karena memiliki postur tubuh yang lebih
rendah dari pemain lainnya, namun dia berusaha membuktikannya dalam lapangan
mau berkeja keras dan bermain bagus sesuai dengan arahan pelatih dan apa yang
sudah dipelajari saat latihan serta membuktikannya dengan memberikan
kemenangan. Meyakini semua lawan sama kita sama-sam makan nasi dan mendapatkan
porsi latihan yang sama selain bekerja keras kita jua harus selalu berdoa
kepada tuhan kita agar selalu mendapatkan perlindungan serta mendapatkan hasil
yang sesuai dengan apa yang sudah diinginkan.
Jauh dari dalam lubuk hatinya masih banyak hal yang
ingin diraih dan bisa dikenal bukan Cuma setingkat kota lamongan maupun tingkat
jawa timur, tapi juga bisa dikenal dalam tingkat nasional syukur-syukur bisa
melatih tim liga pro nasional dan bisa dimintaiin tolong untuk melatih tim
nasional Indonesia. Dalam tahun ini dia sedang menjalani penelitian guna untuk
menyelesaikan program studi S1 masih dalam ruang lingkup yang sama tidak
jauh-jauh dari dunia perfutsalan yaitu tentang futsal di klub opel futsal
lamongan.
Walaupn sekarang beliau sudah memiliki lisensi tingkat
3 tapi dia masih mau belajar lagi dan meninba ilmu dibeberapa klub yang ada
dikota malang sebagai asisten pelatih hingga nanti kalo ada rejeki lebih dan
waktunya pas dia berharap bisa kembali ambil kursus kepelatihan yang lebih
tinggi lagi.Sehingga mimpi
demi mimpinya bisa tercapai dan meyakini bahwa semuanya akan tercapai tidak ada
yang tidak mungkin kalo kita mau berusaha dan bekerja keras untuk meraihnya.
Disaat pulang ke lamonganpun dia selalu menyempatkan
main kesekolahnya dulu biar sebutan kacang lupa kulitnya tidak disandangnya,
selalu menyempatkan untuk datang saat latihan dan memberikan atau membagikan
sedikit ilmunya untuk adek-adeknya bukan cuma sekedar berbagi ilmu dengan
adek-adeknya saja namun juga berbagi ilmu dengan pelatihnya dulu modern futsal
biar menyesuaikan zaman.
Semangatnya untuk melatih diusia dini pun tidak hanya
dalam futsal cowok tapi juga untuk futsal cewek demi kemajuan futsal didaerah
lamongan sebagaimana yang diinginkannya, dia pun melatih tim futsal putri
lamongan yang sudah pernah mengikuti kompetisi diluar kota lamongan karena
masih minimnya peminat futsal untuk putri beliau sedikit kesulitan untuk
menjaring atlet berbakat. Dan kesulitan lainyang dihadapi yaitu cara melatih
atlet wanita dengan atlet laki-laki yang berbeda merupan satu hal yang tidak
boleh dianggap sepele.
Semangat pantang menyerahnya itulah yang membuat semua
orang yang mengenalnya menganguminya walaupun Cuma kenal sebentar saja langsung
tahu kalo dia orang yang mempunyai mental baja dan tidak gampang menyerah.
Diselah-selah melatih beliau selalu memberikan kata-kata motivasi yang bisa
menyemangati anak asuhnya supaya mau berlatih dengan lebih giat lagi dan kalo
berada didalm lapangan mau bekerja keras sebelum wasit meniup peluit berakhir
kalian belom kalah dan kalianpun belom menang. Penulis sangat bangga bisa
mewawancarai pelatih yang memiliki mental juara.








0 komentar:
Posting Komentar