Berita Feature, Paper
KESUKSESAN YANG MEREKA LIHAT,
KEGAGALAN YANG KAMI DAPAT
Berita Feature, Paper
KESUKSESAN YANG MEREKA LIHAT,
KEGAGALAN YANG KAMI DAPAT
Semarang
– Kesuksesan suatu kegiatan sangat penting bagi penyelenggara kegiatan, kerja
keras diperlukan untuk membuat suatau kegiatan sukses. Physical Education
Futsal and Dance Competition yang diadakan oleh PGPSD A 2015 berlangsung pada
hari Jumat-Minggu (27-29/4) lalu berhasil mendulang kesuksesan. Kegiatan
tersebut dilaksanakan di Gor Bung Karno Kudus. Dukungan banyak diberikan dari
berbagai pihak, seperti Dispora, Koni dan dosen-dosen lainnya juga mendukung
kegiatan tersebut.
Banyak yang harus dilakukan untuk mempersiapan kegiatan tersebut, dari mulai meminjam alat-alat di lab UNNES. Semua persiapan sudah dilaksanakan, setelah itu kami membagi tugas untuk berangkat ke Kudus. Pada hari Kamis, yang membawa alat berangkat sekitar jam 11.00 sedangkan lainnya berangkat habis dzuhur. Sampai di Gor Bung karno Kudus kita mempersiapkan berbagai perlengkapan yang sudah dibawa dari mulai membersihkan lapangan dan menyusun alat-alat untuk upacara pembukaan.
Jumat (27/4) hari pertama pelaksanaan kegiatan, dari mulai upacara pembukaan hingga pelaksanaan pertandingan antar peserta. Upacara pembukaan dilaksanakan pada jam 08.00 sampai dengan jam 11.00, pertandingan dilaksanakan setelah ibadah sholat Jumat. Pukul 13.00 pertandingan pertama dimulai, waktu yang telah kita rencanakan mundur karena wasit terlambat datang. Dua belas pertandingan telah dilaksanakan pada hari pertama dan jumlah penonton yang hadir sebanyak 1406 penonton, antusiasme penonton memberikan semangat bagi para panitia penyelenggara kegiatan.
Kegiatan hari pertama berlangsung dengan lancar, kemudian hari kedua kami memulai kembali kegiatan. Sebelum memulai kembali kegiatan pada hari kedua kami mendapat beberapa masalah karena kurangnya komunikasi antar panitia. Pak Billy selaku dosen pengampu memberikan arahan kepada kami agar para panitia mau berkoordinasi dengan panitia lainnya. Kami mendapat teguran dari beliau, dari kesalahan yang kami buat sehingga kami sadar bahwa koordinasi diperlukan agar acara berjalan sesuai dengan rencana. Teguran tersebut membuat kami lebih semangat dan kompak agar tidak terjadi kesalahan yang sama untuk kedua kalinya.
Kegiatan dihari kedua dilanjutkan pukul 09.00, lagi-lagi waktu yang telah kita rencanakan meleset karena wasit kembali datang terlambat. Keterlambatan wasit tidak menurunkan semangat para panitia dan peserta, kegiatan tetap berlangsung. Pertandingan berlangsung, setelah beberapa pertandingan ada kericuhan yang dibuat oleh peserta tim futsal dari SMA 1 Bae Kudus. Peraturan sudah disampaikan pada waktu teknical meeting satu minggu sebelum kegiatan berlangsung, apabila peserta membuat kerusuhan yang melanggar peraturan maka akan diberi sanksi. SMA 1 Bae melakukan kesalahan fatal sehingga mereka harus di diskualifikasi dari peserta pertadingan, mereka menerima sanksi yang kami berikan dan mengakui kesalahan yang mereka buat.
Kegiatan telah berlangsung selama 2 hari, sebelum memulai kegaiatan pada hari ketiga kami membuat Pak Billy kecewa karena melakukan kesalahan untuk kedua kalinya yaitu tidak adanya komunikasi antar panitia. Ilham Alafiannurmansyah selaku ketua panitia menjalaskan bahwa rapat mendadak dilakukan untuk merubah beberapa rencangan kegiatan yang telah dibuat, dia hanya mengumpulkan perwakilan dari setiap divisi. Rapat mendadak yang diadakan membuat Pak Billy benar-benar kecewa terhadap kami, beberapa perwakilan divisi yang mengikuti rapat dadakan belum menyampaikan hasil rapat kepada anggotanya sehingga adanya mis komunikasi antar anggota divisi. Beliau selalu mengingatkan kepada kami untuk selalu berkomunikasi satu dengan yang lainnya. Berkali-kali beliau mengingatkan tetapi kami masih egois satu dengan lainnya, karena mis komunikasi itu beberapa panitia yang belum mengetahui perubahan tetap melaksanakan rencana awal. Berawal dari itu beliau marah degan kami, kemudian beliau memanggil panitia yang melakukan rapat mendadak. Perubahan rencana tersebut berimbas pada beberapa orang, salah satunya juri tamu untuk kompetisi dance. Pada hari ketiga selain kompetisi futsal kami juga menyelenggaraka kompetisi dance, dari situlah sehingga kami membutuhkan juri dari luar untuk menilai penampilan dance. Rencana awal yang telah dibuat kemudian berubah, dance yang seharusnya dimulai jam 10.00 menjadi jam 12.30. Perubahan rencana tersebut berimbas pada juri tamu yang akhirnya harus menunggu lama untuk menilai penampilan dance. Penampilan dance berlangsung disela-sela pertandingan futsal. Perebutan juara 3 pun dilaksanakan antara SMKN 1 Blora vs SMA Tahunan Jepara B, dengan skor 0 : 2 yang dimenangkan oleh SMA Tahunan Jepara B. Perebutan juara 3 telah usai kemudian penampilan dari pemenang kompetisi dance sebelum acara final party. Pemenang dance yaitu dance crew Bow. Pada saat penampilan dance sebelum acara final party, penonton sangat semangat dan terhibur dengan penampilan mereka dukungan dari mereka pun berdatangan. Puncak acara yang ditunggu-tunggu pun berlangsung yaitu Final Party yang diadakan setelah penampilan dance yang menjadi pemenang.
Sebelum final party, dilaksanakan battle suporter. Saat bettle suporter berlangsung semua mata tertuju pada suporter yang menunjukkan yel-yel nya. Para suporter sangat antusias dan bersemangat saat menampilkan koreo terbaik mereka. Diantara suporter yang masuk katergori best suporter, terdapat salah satu suporter yang menyita perhatian kami yaitu suporter yang diberi julukan dengan nama Bidadari Tribun. Bidadari Tribun, sebagian besar mereka terdiri dari perempuan-perempuan yang menyukai pertnadingan futsal. Bidadari tribun merupakan suporter dari SMA Duta Karya yang menjadi salah satu peserta tim futsal, tetapi tim futsal mereka telah gagal dibabak penyisihan. Memang tim mereka sudah kalah, tetapi tidak menyurutkan semangat mereka untuk mendukung tim-tim lainnya. Selain tim futsal mereka juga mengeluarkan tim dance untuk mengikuti kompetisi, sehingga mereka masih bisa mendukung tim dance. Kekompakan dan kreatifitas mereka membuahkan hasil sehingga masuk kategori best suporter.
Lampu hias dan lilin disiapkan untuk acara final party, kemeriahan pun terjadi teriakan, dukungan, dan sorak-sorak dari penonton bergema diseluruh ruangan. Acara pembukaan final party berlangsung meriah, setiap pemain dari kedua tim yang dipanggil kelapangan penonton selalu berteriak-teriak untuk memberikan dukungan. Dukungan itu berupa terikaan, siulan, suara alat musik drum dari suporter yang mendukung tim tersebut.
Pertandingan final pun berlangsung antara SMA 2 Bae Kudus vs SMA Tahunan Jepara A. Pertandingan berlangsung sangat sengit, setiap tim bersaing agar bisa mendapat gelar juara dalam kompetisi ini. Kedua tim sama-sama tidak mau kalah, kemampuan yang telah dipelajari selama ini mereka kerahkan semua. Strategi dan taktik terbaik yang diarahkan oleh pelatih telah mereka keluarkan untuk bisa memenangkan pertandingan terakhir ini. Mereka tidak henti-hentinya berjuang hingga titik darah penghabisan. Semua kekuatan yang telah mereka kerahkan dari masing-masing tim akhirnya berkhir yang dimenangkan oleh SMA 2 Bae Kudus dengan skor 2 : 0 sebagai tuan rumah. SMA 2 Bae Kudus sebagai tuan rumah tidak mau membuat malu nama daerahnya sehingga mereka mengerahkan kekuatan yang tiada habisnya agar bisa memenangkan pertandingan. Latihan dan kerja keras yang selama ini meraka lakukan akhinya membuahkan hasil. Keringat yang membasahi mereka selama ini, keringat yang menjadi teman dalam setiap permainan mereka, keringat yang selama ini menjadi bukti dari hasil kerja keras mereka. Genderung drum selalu bergema disetiap pertandingan dari awal pertandingan hingga selesai pertandingan. Kemeriahan yang berlangsung dari awal kegiatan hingga penutupan selalu terngiang-ngiang dalam fikiran kami.
Pertandingan final pun telah usai, kemudian acara penutupan pun dilaksanakan dari serangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan sebelumnya. Upacara penutupan dilaksanakan sekaligus pemberian hadiah untuk para juara. Tim futsal, dance crew dan suporter yang menjadi juara sangat semangat dalam menerima hadiah. Akhirnya serangkaian kegiatan yang telah kita lalui selama 3 hari telah selesai. Kegiatan telah selesai tetapi masalah datang secara bertubi-tubi setelah acara selesai. Senin 30 April kami masih di Kudus untuk membereskan perlengkapan, dihari itu kami ada 4 mata kuliah. Ketua panitia sudah menyuruh para komting masih masing mata kuliah untuk meminta ijin dosen pengampu. Komting dari 2 mata kuliah sudah meminta izin kepada dosen pengampu, tetapi komting dari 2 mata kuliah lainnya belum meminta izin kepada dosen pengampu. Kami baru mengonfirmasi dosen pengampu senin malam, padahal dosen tersebut sudah menunggu kami untuk diberikan materi perkuliahan.
Banyak dosen yang menyangkan dengan kelas PGPJSD A karena para kami yang lebih fokus ke kegiatan itu sehingga melalaikan kewajibannya sebagai mahasiswa. Dosen beranggapan bahwa kami menyepelekan mata kuliah lainnya. Ibu Endang selaku dosen pengampu mata kulia microteacing aktivitas air, luar kelas, dan kesehatan marah dan kecewa dengan kami yang telat dalam mengonfirmasi untuk meminta izin. Beliau juga menegur dosen mata kuliah sport intertainment dan event organizer. Tidak hanya sampai disitu saja, hari selasa 1 Mei kami mengikuti pelatihan senam yang diadakan oleh anak-anak ukm senam. Kelelahan yang diakibatkan oleh serangkaian acara yang berlangsung selama 3 hari berakibat kami hanya mengikuti separuh dari kegiatan yang dibuat. Pelatihan yang seharusnya berlangsung dari mulai pukul 07.00 sd. 14.30 kami hanya mengikuti sampai pukul 12.00. Waktu istirahat banyak yang menggunakan kesempatan untuk mereka pulang dan istirahat.
Jihan sebagai komting dari mata kuliah microteacing aktivitas air, luar kelas, dan kesehatan mengonfirmasi ulang kepada Bu Endang dengan menemui beliau secara langsung. Awalnya pada saat ditemui diruangan beliau masih marah dan kecewa dengan kami, beliau buru-buru karena mau mengajar. Jihan menunggu beliau hingga selesai mengajar, akhirnya beliau mau ditemui. Jihan menjelaskan dan meminta maaf karena telat dalam meminta izin. Hanya permintaan maaf dan penjelasan yang bisa disampaikan untuk beliau. Pergantian jam perkuliahan dilaksanakan untuk menebus kesalahan yang telah kami buat.
Ibarat mati satu tumbuh seribu, masalah pun muncul kembali. Kesepakatan yang dibuat dengan dosen mata kuliah Senam Aerobik yaitu Bapak Roas, jam perkuliahan diganti hari jumat 4 April. Sebelum memulai mata kuliah kami mendapat teguran dari beliau, karena menyepelekan pelatihan senam yang dilaksanakan hari selasa lalu. Beliau berkata apakah kita senang dengan acara yang dibuat sukses tetapi lupa akan kewajiban kalian sebagai mahasiswa, memangnya mata kuliah lain tidak penting.
Kata-kata yang muncul dari para dosen membuat kita merenung, kesalahan kesalahan yang kita buat terlalu banyak. Memang mausia tidak luput akan kesalahan, tetapi apakah kita selalu melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya. Semua itu menjadi cambuk bagi kami agar lebih menghargai dan tidak menyepelekan hal-hal lainnya. Kami mengaggap bahwa saat itu kami gagal, walaupun orang lain menganggap kami sukses.
Banyak yang harus dilakukan untuk mempersiapan kegiatan tersebut, dari mulai meminjam alat-alat di lab UNNES. Semua persiapan sudah dilaksanakan, setelah itu kami membagi tugas untuk berangkat ke Kudus. Pada hari Kamis, yang membawa alat berangkat sekitar jam 11.00 sedangkan lainnya berangkat habis dzuhur. Sampai di Gor Bung karno Kudus kita mempersiapkan berbagai perlengkapan yang sudah dibawa dari mulai membersihkan lapangan dan menyusun alat-alat untuk upacara pembukaan.
Jumat (27/4) hari pertama pelaksanaan kegiatan, dari mulai upacara pembukaan hingga pelaksanaan pertandingan antar peserta. Upacara pembukaan dilaksanakan pada jam 08.00 sampai dengan jam 11.00, pertandingan dilaksanakan setelah ibadah sholat Jumat. Pukul 13.00 pertandingan pertama dimulai, waktu yang telah kita rencanakan mundur karena wasit terlambat datang. Dua belas pertandingan telah dilaksanakan pada hari pertama dan jumlah penonton yang hadir sebanyak 1406 penonton, antusiasme penonton memberikan semangat bagi para panitia penyelenggara kegiatan.
Kegiatan hari pertama berlangsung dengan lancar, kemudian hari kedua kami memulai kembali kegiatan. Sebelum memulai kembali kegiatan pada hari kedua kami mendapat beberapa masalah karena kurangnya komunikasi antar panitia. Pak Billy selaku dosen pengampu memberikan arahan kepada kami agar para panitia mau berkoordinasi dengan panitia lainnya. Kami mendapat teguran dari beliau, dari kesalahan yang kami buat sehingga kami sadar bahwa koordinasi diperlukan agar acara berjalan sesuai dengan rencana. Teguran tersebut membuat kami lebih semangat dan kompak agar tidak terjadi kesalahan yang sama untuk kedua kalinya.
Kegiatan dihari kedua dilanjutkan pukul 09.00, lagi-lagi waktu yang telah kita rencanakan meleset karena wasit kembali datang terlambat. Keterlambatan wasit tidak menurunkan semangat para panitia dan peserta, kegiatan tetap berlangsung. Pertandingan berlangsung, setelah beberapa pertandingan ada kericuhan yang dibuat oleh peserta tim futsal dari SMA 1 Bae Kudus. Peraturan sudah disampaikan pada waktu teknical meeting satu minggu sebelum kegiatan berlangsung, apabila peserta membuat kerusuhan yang melanggar peraturan maka akan diberi sanksi. SMA 1 Bae melakukan kesalahan fatal sehingga mereka harus di diskualifikasi dari peserta pertadingan, mereka menerima sanksi yang kami berikan dan mengakui kesalahan yang mereka buat.
Kegiatan telah berlangsung selama 2 hari, sebelum memulai kegaiatan pada hari ketiga kami membuat Pak Billy kecewa karena melakukan kesalahan untuk kedua kalinya yaitu tidak adanya komunikasi antar panitia. Ilham Alafiannurmansyah selaku ketua panitia menjalaskan bahwa rapat mendadak dilakukan untuk merubah beberapa rencangan kegiatan yang telah dibuat, dia hanya mengumpulkan perwakilan dari setiap divisi. Rapat mendadak yang diadakan membuat Pak Billy benar-benar kecewa terhadap kami, beberapa perwakilan divisi yang mengikuti rapat dadakan belum menyampaikan hasil rapat kepada anggotanya sehingga adanya mis komunikasi antar anggota divisi. Beliau selalu mengingatkan kepada kami untuk selalu berkomunikasi satu dengan yang lainnya. Berkali-kali beliau mengingatkan tetapi kami masih egois satu dengan lainnya, karena mis komunikasi itu beberapa panitia yang belum mengetahui perubahan tetap melaksanakan rencana awal. Berawal dari itu beliau marah degan kami, kemudian beliau memanggil panitia yang melakukan rapat mendadak. Perubahan rencana tersebut berimbas pada beberapa orang, salah satunya juri tamu untuk kompetisi dance. Pada hari ketiga selain kompetisi futsal kami juga menyelenggaraka kompetisi dance, dari situlah sehingga kami membutuhkan juri dari luar untuk menilai penampilan dance. Rencana awal yang telah dibuat kemudian berubah, dance yang seharusnya dimulai jam 10.00 menjadi jam 12.30. Perubahan rencana tersebut berimbas pada juri tamu yang akhirnya harus menunggu lama untuk menilai penampilan dance. Penampilan dance berlangsung disela-sela pertandingan futsal. Perebutan juara 3 pun dilaksanakan antara SMKN 1 Blora vs SMA Tahunan Jepara B, dengan skor 0 : 2 yang dimenangkan oleh SMA Tahunan Jepara B. Perebutan juara 3 telah usai kemudian penampilan dari pemenang kompetisi dance sebelum acara final party. Pemenang dance yaitu dance crew Bow. Pada saat penampilan dance sebelum acara final party, penonton sangat semangat dan terhibur dengan penampilan mereka dukungan dari mereka pun berdatangan. Puncak acara yang ditunggu-tunggu pun berlangsung yaitu Final Party yang diadakan setelah penampilan dance yang menjadi pemenang.
Sebelum final party, dilaksanakan battle suporter. Saat bettle suporter berlangsung semua mata tertuju pada suporter yang menunjukkan yel-yel nya. Para suporter sangat antusias dan bersemangat saat menampilkan koreo terbaik mereka. Diantara suporter yang masuk katergori best suporter, terdapat salah satu suporter yang menyita perhatian kami yaitu suporter yang diberi julukan dengan nama Bidadari Tribun. Bidadari Tribun, sebagian besar mereka terdiri dari perempuan-perempuan yang menyukai pertnadingan futsal. Bidadari tribun merupakan suporter dari SMA Duta Karya yang menjadi salah satu peserta tim futsal, tetapi tim futsal mereka telah gagal dibabak penyisihan. Memang tim mereka sudah kalah, tetapi tidak menyurutkan semangat mereka untuk mendukung tim-tim lainnya. Selain tim futsal mereka juga mengeluarkan tim dance untuk mengikuti kompetisi, sehingga mereka masih bisa mendukung tim dance. Kekompakan dan kreatifitas mereka membuahkan hasil sehingga masuk kategori best suporter.
Lampu hias dan lilin disiapkan untuk acara final party, kemeriahan pun terjadi teriakan, dukungan, dan sorak-sorak dari penonton bergema diseluruh ruangan. Acara pembukaan final party berlangsung meriah, setiap pemain dari kedua tim yang dipanggil kelapangan penonton selalu berteriak-teriak untuk memberikan dukungan. Dukungan itu berupa terikaan, siulan, suara alat musik drum dari suporter yang mendukung tim tersebut.
Pertandingan final pun berlangsung antara SMA 2 Bae Kudus vs SMA Tahunan Jepara A. Pertandingan berlangsung sangat sengit, setiap tim bersaing agar bisa mendapat gelar juara dalam kompetisi ini. Kedua tim sama-sama tidak mau kalah, kemampuan yang telah dipelajari selama ini mereka kerahkan semua. Strategi dan taktik terbaik yang diarahkan oleh pelatih telah mereka keluarkan untuk bisa memenangkan pertandingan terakhir ini. Mereka tidak henti-hentinya berjuang hingga titik darah penghabisan. Semua kekuatan yang telah mereka kerahkan dari masing-masing tim akhirnya berkhir yang dimenangkan oleh SMA 2 Bae Kudus dengan skor 2 : 0 sebagai tuan rumah. SMA 2 Bae Kudus sebagai tuan rumah tidak mau membuat malu nama daerahnya sehingga mereka mengerahkan kekuatan yang tiada habisnya agar bisa memenangkan pertandingan. Latihan dan kerja keras yang selama ini meraka lakukan akhinya membuahkan hasil. Keringat yang membasahi mereka selama ini, keringat yang menjadi teman dalam setiap permainan mereka, keringat yang selama ini menjadi bukti dari hasil kerja keras mereka. Genderung drum selalu bergema disetiap pertandingan dari awal pertandingan hingga selesai pertandingan. Kemeriahan yang berlangsung dari awal kegiatan hingga penutupan selalu terngiang-ngiang dalam fikiran kami.
Pertandingan final pun telah usai, kemudian acara penutupan pun dilaksanakan dari serangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan sebelumnya. Upacara penutupan dilaksanakan sekaligus pemberian hadiah untuk para juara. Tim futsal, dance crew dan suporter yang menjadi juara sangat semangat dalam menerima hadiah. Akhirnya serangkaian kegiatan yang telah kita lalui selama 3 hari telah selesai. Kegiatan telah selesai tetapi masalah datang secara bertubi-tubi setelah acara selesai. Senin 30 April kami masih di Kudus untuk membereskan perlengkapan, dihari itu kami ada 4 mata kuliah. Ketua panitia sudah menyuruh para komting masih masing mata kuliah untuk meminta ijin dosen pengampu. Komting dari 2 mata kuliah sudah meminta izin kepada dosen pengampu, tetapi komting dari 2 mata kuliah lainnya belum meminta izin kepada dosen pengampu. Kami baru mengonfirmasi dosen pengampu senin malam, padahal dosen tersebut sudah menunggu kami untuk diberikan materi perkuliahan.
Banyak dosen yang menyangkan dengan kelas PGPJSD A karena para kami yang lebih fokus ke kegiatan itu sehingga melalaikan kewajibannya sebagai mahasiswa. Dosen beranggapan bahwa kami menyepelekan mata kuliah lainnya. Ibu Endang selaku dosen pengampu mata kulia microteacing aktivitas air, luar kelas, dan kesehatan marah dan kecewa dengan kami yang telat dalam mengonfirmasi untuk meminta izin. Beliau juga menegur dosen mata kuliah sport intertainment dan event organizer. Tidak hanya sampai disitu saja, hari selasa 1 Mei kami mengikuti pelatihan senam yang diadakan oleh anak-anak ukm senam. Kelelahan yang diakibatkan oleh serangkaian acara yang berlangsung selama 3 hari berakibat kami hanya mengikuti separuh dari kegiatan yang dibuat. Pelatihan yang seharusnya berlangsung dari mulai pukul 07.00 sd. 14.30 kami hanya mengikuti sampai pukul 12.00. Waktu istirahat banyak yang menggunakan kesempatan untuk mereka pulang dan istirahat.
Jihan sebagai komting dari mata kuliah microteacing aktivitas air, luar kelas, dan kesehatan mengonfirmasi ulang kepada Bu Endang dengan menemui beliau secara langsung. Awalnya pada saat ditemui diruangan beliau masih marah dan kecewa dengan kami, beliau buru-buru karena mau mengajar. Jihan menunggu beliau hingga selesai mengajar, akhirnya beliau mau ditemui. Jihan menjelaskan dan meminta maaf karena telat dalam meminta izin. Hanya permintaan maaf dan penjelasan yang bisa disampaikan untuk beliau. Pergantian jam perkuliahan dilaksanakan untuk menebus kesalahan yang telah kami buat.
Ibarat mati satu tumbuh seribu, masalah pun muncul kembali. Kesepakatan yang dibuat dengan dosen mata kuliah Senam Aerobik yaitu Bapak Roas, jam perkuliahan diganti hari jumat 4 April. Sebelum memulai mata kuliah kami mendapat teguran dari beliau, karena menyepelekan pelatihan senam yang dilaksanakan hari selasa lalu. Beliau berkata apakah kita senang dengan acara yang dibuat sukses tetapi lupa akan kewajiban kalian sebagai mahasiswa, memangnya mata kuliah lain tidak penting.
Kata-kata yang muncul dari para dosen membuat kita merenung, kesalahan kesalahan yang kita buat terlalu banyak. Memang mausia tidak luput akan kesalahan, tetapi apakah kita selalu melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya. Semua itu menjadi cambuk bagi kami agar lebih menghargai dan tidak menyepelekan hal-hal lainnya. Kami mengaggap bahwa saat itu kami gagal, walaupun orang lain menganggap kami sukses.
AULIA NAFSAN Z
6102415034
PGPJSD A 2015









0 komentar:
Posting Komentar